Rabu, 03 Juni 2020

My Autumn




Azqilla Karin. Yaa Karin begitulah ia akrab disapa.  Seorang gadis yg di sana sini selalu di anggap "dede kecil" oleh banyak orang . Dia anak yg pintar, cantik, ramah dan baik hati. Kisah cintanya menjadi 'everlasting trending topik' di sekolah . Karna cuma dia yg pacaran sama gurunya sendiri, dan lingkungan sekitar pun mendukungnya.

Flashback 3 tahun yg lalu, waktu itu…

" Karin dede kecilku , kamu mau ga jadi pacar kakak??"
dengan tampang siyok siyok gimanaaa gitu Karin hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. Dan mereka resmi pacaran dengan rasa bahagia. Eeh . Nanti dulu, yg menyatakan cinta pada Karin itu adalah Pak Ryan. Salah seorang guru bidang study  Bahasa Inggris di tempat Karin menimba ilmu. Pada saat itu Karin hanyalah anak kecil yang baru merasakan fallin in love, dan cinta pertamanya itu adalah Pak Ryan yg tidak lebih adalah gurunya sendiri.

 " ko gue jadi deg degan gini yah kalo deket-deket Pak Ryan . Uhh kayaknya gue suka sama Pak Ryan, coba aja gue jadi pacarnya dia bahagia banget pasti " ucap Karin sambil tersenyum memikirkan Ryan.
Waktu demi waktu pun berlalu . Dengan tanpa di sangka-sangka Pak Ryan, sosok yang selalu di impi-impikan oleh Karin pun menyatakan cinta.  18 tahun , itu merupakan perbedaan usia yang sangaat jauh. Namun itu tidak di jadikan penghalang untuk mereka bahagia dan menjalin hubungan sampai 2 tahun .

Perasaanku yang terlanjur sudah tersimpan dalam hatiku tak begitu saja dapat terhapuskan meski kau dengan mudahnya dapat pengganti diriku, bisakah kau menghargai sedikit perasaanku tak terhitung hari kau tak sendiri lagi ... Merpati – Wanita yang mencintaimu

Sore itu hujan turun dengan deras . Karin berdiri di sudut sekolah sambil melamun . Hal itu selalu ia lakukan selama 1 bulan terakhir, fikirannya selalu tertuju kepada Pak Ryan, pujaan hatinya yang tiba-tiba menghilang di telan bumi . Tidak lama kemudian ada seseorang yang memanggil nama Karin di tengah hujan . Dan tak lain itu adalah Pak Ryan.


" Karin.. (melihat Karin lalu menunduk)" .
Tanpa pikir panjang Karin langsung turun ke bawah sambil membawa payung . Dengan hati yang gembira Karin menghampiri Pak Ryan .
" Kamu kemana aja ka? Dede kecil kangen banget sama kaka "
tanpa berkata apa-apa , Pak Ryan hanya memberikan undangan kepada Karin. Dengan rasa yang bertanya tanya Karin menerima undangan itu.

" Ini apa?? Ko ada nama kamu? Kamu lagi ga bercanda kan??  Jawab kaa.. (mulai mewek) liat mata aku. Bilang kalau ni ga benar " 
dengan  tidak yakin Ryan menatap Karin.
" Besok aku nikah . Aku harap kamu datang ke acara  pernikahanku dengan Lia "

mendengar jawaban dari Ryan  payung yg di pegang Karin terjatuh, dengan air mata yg berlinang  Karin pergi meninggalkan Ryan , tapi tangan Karin berhasil di tahan oleh Ryan ,lalu di peluklah Karin dengan erat di tengah derasnya hujan oleh Ryan.
 " Aku sangat mencintaimu Karin "

Sebagai seorang wanita yang pernah mencintaimu harusnya kau tau betapa hancurnya hatiku, biarku mencoba kan ku terima keadaannya bila ternyata kau bahagia telah berdua dengannya. Merpati – wanita yang mencintaimu ”.

2 tahun begitu pahit di lalui Karin . Luka di hatinya tidaklah bisa menerima kenyataan bahwa kekasih yang ia cinta dan selalu ia banggakan tega meninggalkannya. Tanpa 1 kata putus  ia di tinggal nikah oleh Ryan . Dan Ryan hidup bahagia selamanya dengan Lia .
  
Pagi itu anak anak alay di kelas Karin berhamburan keluar dan berteriak teriak histeris
" iihh ganteng banget , pacar gue tuh. Pacar gue ".
Karin pun penasaran. Lalu Karin pun keluar . Matanya Karin seketika itu pula berpapasan menatap sosok cowo yg bisa di katakan lumayan ganteng lah . Dan cowo itu terus memandang Karin dari atas kebawah . Melihat cowo itu yg ada di benak Karin
" apa apaan sih anak alay, yg begini kok di bilang ganteng. Dari mana gantengnya coba?? " 
Karin  tak pernah menyangka semenjak Karin melihat cowo itu, tiap malam Karin memimpikan cowo itu. Dengan hati yg jengkel Karin pun mulai kepo, mencari tau tentang cowo itu
" apa apaan ini, ngapa jadi mimpiin terus .seberapa spesialnya sih dia?? Kenal aja engga gue " . 
Tak lama dari itu Karin berhasil kenalan dan dekat dengan cowo itu . Dia adalah Pak Riky , guru penjas di sekolah . Dia adalah guru baru di sekolah .dari awal Karin dekat dengan Riky, di sekolah pun telah heboh gosip hubungan spesial antara Karin dan Pak Riky . Batin Karin "omg . Kejebak cinta lagi gue sama guru gue sendiri " .

Semakin hari, hubungan Karin dan Riky makin dekat . sikapnya Riky ke Karin makin kesini makin berbeda dengan murid lainnya . Belum lagi di depan guru-guru lainnya Riky selalu menunjukan sikap romantis layaknya orang pacaran pada umumnya, meskipun pada kenyataannya antara Riky dan Karin tidak ada hubungan spesial . Namun waktu berkata lain, Karin berhasil melupakan pedih hatinya . Tanpa Karin merasa trauma  akan di tinggal nikah lagi, Karin kembali berpacaran dengan Riky , gurunya sendiri. Mendengar kabar Karin telah bahagia dengan Riky , pasangan barunya . Tiba-tiba Ryan datang menemui Karin .

" Aku memang milik Lia, tapi hatiku selalu berpihak padamu Karin. Aku mencintaimu Karin (Memegang tangan Karin) "  
Karin hanya tersenyum. Karin menengok kebelakang melirik Riky , lalu berkata pada Ryan
" Aku juga mencintaimu . Hanya saja rasa cintaku kini hanya  sebatas cinta seorang murid kepada gurunya . Aku udah ikhlas kamu hidup bahagia dengan Lia. maka Izinkan aku bahagia dengan Riky ya "
" Rasa ini tak akan pernah hilang Karin, asal kamu bahagia, aku pasti bahagia . Meskipun aku belum bisa menerima ini "  Jawab Ryan kecewa.

Aku dan Masa Lalu
Tiba - tiba saja aku teringat dia, sosok yang dulu pernah mengisi hidupku, aku merindukan hadirnya, namuun .. Kau di sana punya kehidupan sendiri,  begitupun aku, aku di sini telah bersama dirinya.. Sore itu aku duduk di pinggir pantai, sendiri hanya di temani desir ombak yang membasahi kakiku . Entah apa yang aku rasakan. Aku teringat Ryan, cinta pertamaku yang telah hidup bahagia dengan anak dan istrinya.

" bodoh banget sii gue, ngapain gue kangen sama Ryan, udah jelas jelas Ryan itu sekarang udah punya kehidupan sendiri, tapi dede kecil kangen kamu ka, (nangis)" .
Karin tiba di rumahnya pada larut malam,
 " assalamualaikum mah " dengan tampang lesu , Karin salim sama ibunya,
" kamu baru pulang Karin? Sini nak makan dulu mamah masak makanan kesukaan kamu sayang, makan dulu yuk ! " sapa ibunya Karin
Karin hanya menatap ibunya dari kejauhan saja
 " ga mah, aku mau mandi terus tidur aja,  aku lagi ga pengen makan mah "


Keesokan harinya, Karin masih tampak sedih, dia hanya memajang senyum palsu di pipinya. Ibunya pun menanyakan apa yg sebenarnya terjadi sama Karin.
" kamu kenapa si nak? Ko dari semalam mamah perhatiin wajah kamu sedih, sini sini nak (memeluk Karin), cerita dong sama mamah, Karin anak mamah yg paling cantik kan biasanya ceria, ga biasanya sedih kaya gini. Riky kenapa? Riky ga ngabarin kamu? Atau ga mau beliin kamu es krim? " ucap sang ibu
" bukan mah, bukan soal Riky."
" terus soal apa lagi sayang?? "
" Ryan mah "
" Ryan?? Pacar kamu yg nikah sama orang lain itu ya? Udahlah sayang biarkan dia hidup bahagia bersama anak dan istrinya. Kamu ga perlu usik kehidupan dia nak, mamah tau antara hati kamu dan hati Ryan masih ada ikatan batin yang ga mudah putus begitu aja, kalau kamu sedih Ryan pasti ngerasain sedih juga. Lagi pula kamu kan juga udah punya Riky, kasian Riky dong kalau kamu diem di masa lalu terus. Katanya udah move on?? Ko masiih galau sii?? Udah siang tuh sana kamu kuliah nanti telat loh, udaah jangan nangis lagi, nanti unyu nya ilang loh " ucap ibu menghibur Karin
Masih saja bayangan Ryan terus menghantui Karin. Fikirannya selalu tertuju kepada Ryan,
 " (gelisah) duuh Ryan kenapa yaa.. Perasaan aku ga enak gini si . Mana kefikiran terus. Jaga Ryan Tuhan.. Aku ga mau Ryan kenapa-kenapa "
hampir 1 bulan Karin sedih ga jelas mikirin Ryan, sampai-sampai ia tak ingat Riky. Seusai shalat isya Karin teringat Riky.
 " Astagfirullah hal adzim, Riky. Hampir 1 bulan aku menelantarkan Riky ".
Karin mengambil telepon genggamnya, menelpon Riky dan mengajak ketemuan di taman kompek. Setibanya di taman, melihat Riky berdiri di dekat ayunan Karin berlari menghampiri  Rikydan memeluknya dari belakang
 " maafin aku Riky. Aku udah mengabaikan kamu. Aku terlalu sibuk dengan imajinasi aku sendiri maafin aku Riky "
Riky berbalik badan dan menatap Karin
 " iya ga papa Karin .aku ngerti. Mamah kamu udah cerita semuanya sama aku .setiap aku hubungin handphone kamu ga pernah aktif . Setiap malam aku ke rumah kamu pas kamu udah tidur. Aku selalu cium kening kamu dan bilang I love you meskipun kamu ga denger (memeluk Karin). Janji yah jangan kaya gini lagii.."

Keesokan harinya Karin pergi jalan-jalan ke pantai dengan Riky. Layaknya sepasang kekasih yang sudah lama tak bertemu , mereka saangat mesra. Ketika sedang asik bermain air, Karin dan Riky melihat sepasang suami istri dan anaknya tengah asik bermain air dan lari-lari di pantai , bayangan Riky ingin seperti mereka.
" Rin, aku pengen deh nanti kita seperti keluarga itu, main-main di pantai sama anaknya. Mereka terlihat bahagia banget ya Rin.".
Ketika laki-laki dari keluarga itu berbalik badan, betapa terkejutnya Karin , keluarga yg barusaja Riky bicarakan itu adalah keluarga Ryan. Ryan memandang Karin, dan Air mata Karin seketika itu juga menetes batinnya menjerit
" Tuhan.. Sakit banget hati aku melihat Ryan terlihat bahagia dengan keluarganya. Bodoh kamu Karin merindukan orang yg sama sekali tidak mengingatmu. ka, dede kecil kangen kaka,, kangen banget. Tapi pas liat kaka terlihat bahagia sama Lia dan anak kakak. Aku sakiitt ka. Sakit banget "

Seperti yang telah di katakan oleh ibunya Karin, antara Ryan dan Karin terdapat ikatan batin yg kuat, apa yg di rasakan Karin dapat di rasakan oleh Ryan begitu pula sebaliknya. Ketika menyadari bahwa Karin menangis, Riky langsung memeluk Karin erat
" Karin, kamu kenapa sayang? Kenapa kamu nangis, aku salah yaa?? Maafin aku Karin. Pleaase jangan nangis" ..
Melihat Karin menangis di pelukan Riky, Ryan pun ikut sedih, bahkan air matanya sesekali menetes
" maafin aku Karin, harusnya aku yg memelukmu bukan lelaki itu . Aku tau apa yang kamu rasakan Karin . Maafin aku Karin, aku udah jahat banget sama kamu. Kamu memang lebih pantas sama dia Karin dari pada sama aku . Aku Cuma laki-laki bodoh yg ninggalin kamu. Dan menikah dengan orang lain . Dan sampai saat ini aku masih di hantui rasa bersalah aku sama kamu Karin, aku juga kangen sama kamu, kanggeeenn banget aku pengen peluk kamu lagi Karin tapi rasanya itu ga mungkin. Aku cinta sama kamu Karin . Maafin aku Karin".

Maafkan Aku Karin
Semenjak pertemuanku dengan Ryan di pantai minggu lalu, rasa rinduku mulai berkurang, namun hatiku masih saja sakit . Batinku tersiksa, rasa ingin mengulang masa lalu dengan Ryan sebenarnya masih tersimpan di benakku, namun ketika aku melihat anak kecil itu, rasa yang aku punya sekejap hilang. Aku ga mungkin dapat memiliki Ryan lagi , aku ga tega liat anaknya Ryan yg lucu itu senyumnya hilang hanya karena aku ambil papahnya itu. Aku terdiam duduk di balkon kamarku sambil melihat langit, malam ini bintang tak bertaburan, hanya tersisa 1 bintang kejora saja . Di tengah angin malam yang berhembus kencang aku terhanyut dalam lamunanku..

 Hari ini aku libur, Riky mengajakku pergi ke suatu tempat di daerah puncak untuk merefress fikiran yang semakin ruwet. Karin dan Riky menghabiskan waktu berdua di tempat itu , mengingat hubungan mereka yg belakangan ini renggang . Mereka melakukan hal apapun yang dapat di lakukan, jalan jalan, main, makan siang, makan es krim, sampai bersantai di air terjun pun telah mereka lakukan. Akhirnya mereka istirahat di sebuah bangku taman di bawah pohon yg rindang sekali, Riky meminta izin untuk pergi ke kamar mandi.
" Rin, aku mau ke kamar mandi dulu yaa. Pengen pipiis kamu jangan kemana- mana yaa saying ".
ketika tengah asik memainkan handphone nya tiba tiba pandangan Karin tertuju pada anak kecil sekitar umur 2 tahun yang menangis sambil jalan lenggak - lenggok sendirian .
 "anak itu .. Kaya pernah liat,, emm anaknya Ryan ..sayang tungguu !! (berlari menuju anak kecil itu dan langsung menggendongnya"

Zo tampak nyaman berada di pelukan Karin. Nangisnya pun berenti bahkan tertidur di pelukan Karin.
" (membelai rambut zo lalu menciumnya) kamu persis seperti papah kamu sayang, lucu,  ngangenin, nyaman di pelukan aku. Aku ngerasa seperti memeluk Ryan "
" Rin, kamu sama siapa? Anak siapa itu sayang? " tanya Riky yg kebingungan
" hhmm.. Anaknya Ryan Ky, tadi dia nangis sendirian . Pas aku gendong langsung diem eh ga lama malah tidur di pelukan aku "
" baik banget hati kamu Karin, padahal itukan anaknya Ryan. Buah cintanya Ryan sama istrinya tapi kamu menyayangi dia dengan tulus "
" Riky,, masalalu aku emang sama Ryan, sebenci bencinya aku sama Lia tapi aku ga mau ikut membenci anak ini, kan dia ga tau apa-apa, aku yakin Ryan sama hilma ada di sekitar sini juga ayo kita cari ".

Ketika telah berkeliling . Terlihat ada seorang lelaki tengah memarahi istrinya yang sedang menangis. Dan ternyata lelaki itu adalah Ryan.
" kamu tunggu di sini aja yah Riky, aku mau kembalikan anak ini dulu kasian haus kayanya"
" iya cantik (cubit pipi Karin) "
" kalau sampai Zo ga ketemu aku akan menceraikan kamu. Jaga Zo aja kamu ga bisa, Zo itu anak kita satu satunya dan sekarang kamu hilangkan begitu saja."
" maafin aku Ryan, aku gatau, tadi aku tinggal bikin susu, tapi tau-tau Zo ilang aku gatau Ryan aku gatau,"
" maaf, permisi ibu, bapak. . Apakah anak ini anak ibu? .tadi saya menemukan anak ini sendirian di taman. "

Betapa terkejutnya Ryan ternyata wanita yg datang itu adalah Karin, dan Karin lah yg menemukan Zo. Lia bangkit mendekati Karin
" Zo.. Iya . Ini anak kami .makasi banyak ya "
" iya bu sama², maaf bu, pak saya harus pergi sekarang. Assalamualaikum "
Karin berlari menuju Riky. Selama ia bertemu dengan Ryan dan Lia, Karin sama sekali tidak memandang wajah keduanya.
Riky melihat dari kejauhan hanya bisa tersenyum,
" Ya Allah, mulia sekali hati Karin. Bahkan di depan Lia. Karin seolah olah tidak mengenali Ryan demi menjaga perasaan Lia ".

This is Our Autumn
Tuhan siapa wanita yang selalu hadir di mimpiku setiap malam? Aku merasa tak asing dengan namanya tapi aku tak pernah melihat dia sebelumnya. Tapii jika dia tak ada kaitannya dengan hidupku mengapa dia selalu tidak pernah absen dari bunga tidurku? Ada apa ini sebenarnya..

Kenangan memanglah tiada pernah ada habisnya karena pada hakikatnya hidup itu ada masa lalu dan ada masa depan. Tidak akan ada hari esok yang lebih baik apabila kita tidak bercermin kepada hari kemarin. Namun apalah artinya jika kita bukan hanya sekilas bercermin melainkan terpaku, stay, dan larut dalam kehidupan masa lalu? jika kau lelah dengan masa depanmu tengoklah sejenak sekilas masa lalumu. Tapi jika kau lelah dengan masa lalumu, tataplah masa depanmu karena jaminan kebahagiaanmu ada di sana.

Entah mengapa feelingku berkata suamiku merindukan sosok lain di hatinya, ahh  mungkin ini hanya perasaanku saja.
" pah ." sapa Lia dengan lembut kepada suaminya, Ryan.
" iya mah. "
" entah kenapa perasaan aku ga enak pah, "
" ga enak kenapa si mah, sini sini ( memeluk istrinya) aku peluk dulu biar kamu tenang abis ini kamu cerita yah. "
" aku mau tanya tapi papah jawab yang jujur ya "
" iya mah, aku pasti jawab jujur "
" di hati papah ada siapa? "
"  yaa ga perlu di ragukan lagi mah, ada orang tua, istri dan anak aku, seharusnya kamu tak perlu tanya itu mah, karena kamu tau jawabannya. "
" kalau di fikiran kamu saat ini ada siapa? "
" ada ka... (terdiam sesaat,) "
" ka apa pah ? "
" ka… kamu maksudnya. Ada kamu sayang di pikiran aku saat ini. "

Lia menatap mata Ryan dalam-dalam tersirat jauh di dalam matanya terdapat satu nama yang sedang ada di fikirannya dan ia sangat yakin sosok itu bukan dirinya . Aku harus cari tau tentang ini, tekad Lia.

Keadaan berjalan seperti biasa. Ryan pun tetap menjadi sosok papah seperti biasanya. Romantis, penuh rasa sayang, perhatian, hanya saja kini setiap malam ia lebih suka menyendiri duduk di halaman rumah sambil melamun. Setiap di tanya apa yang sedang di lamunkannya, ia tak tak pernah mau mengatakan. Apa yang sebenarnya ia sembunyikan?

" Karin aku ko kangen sama kamu yah, akhir-akhir ini aku kepikiran kamu terus. Lagi pula aku sudah  lama tak melihat wajahmu. Karin aku kangen banget sama kamu. Aku kangen canda tawamu, senyummu, terutama hangatnya pelukanmu. Maafin aku Karin, kamu masih terlalu kecil untuk merasakan penghianatan cinta "

Ryan tak menyadari bahwa Lia berada di balik tirai jendela mendengar dengan jelas apa yang baru saja di katakan Ryan. Hati Lia seakan di tusuk pisau dan menusuk tepat di hatinya. Terasa sakit sampai untuk berkata pun ia tak bisa. Hanya air mata yg membasahi pipinya lah yang tau betapa tersayatnya hati seorang istri ketika suaminya merindukan wanita lain. Tetapi siapakah sosok Karin itu?

Lia mencoba mencari tau siapa Karin sebenarnya, ada hubungan apa antara Karin dan Ryan. Lia mencoba menanyakan kepada teman kantor Ryan, teman dekatnya, namun tak ada satu pun yang mengenal sosok Karin. Sampai akhirnya Lia memberanikan diri menanyakan sosok Karin kepada Ibunda Ryan.

" Mah, mamah kenal ga sama Karin? "
" Karin siapa Lia? Yang mana? Sepertinya Mamah tidak asing dengan nama itu. "
" Lia juga gatau mah Karin itu siapa. ( sambil menunduk )"
" kamu ada apa Lia,? Cerita sama Mamah kamu kenapa. ? "
" aku kemaren ga sengaja mendengar ucapan Ryan Mah, akhir-akhir ini Ryan sering kali melamun setiap malam. Aku sering kali mendengar Ryan menyebut nama Karin. (mulai meneteskan air mata) Ryan kangen sama Karin. Sakit hati aku Mah, sakit. Siapa Karin itu Mah? Plis Kasih tau aku"
" oh Azqilla Karin, ia mamah tau ko siapa dia "
" ayo Mah, cerita sama aku. Cerita mah. Aku mau tau siapa dia "
" ia Mamah akan cerita. Tapi kamu janji dulu. Kamu ga boleh emosi. Dan melampiaskan emosi kamu ke Anak dan suami kamu. Apalagi sama Karin.  Tetap kontrol emosi kamu"
" ia Mah, Lia janji.  "

" Karin itu wanita yang pernah singgah di hati Ryan dulu. Dia baik, dia cantik. Mamah juga bingung kenapa Karin bisa mencuri hati Ryan. Karena pada saat itu Karin adalah murid Ryan di sekolah tempat Ryan mengajar. Umurnya pun beda jauh dengan Ryan. Tapi cinta bisa satukan mereka. Ryan terlihat bahagia sekali menjalani hari dengan Karin, tapi keadaan berubah ketika Mamah memaksa Ryan harus menikah karena memang sudah waktunya Ryan untuk menikah. Dan Mamah menjodohkannya dengan kamu Lia, anak sahabat Mamah. Ryan sempat depresi dan hampir bunuh diri dengan keputusan Mamah ini. Di satu sisi Ryan ga mau membantah ucapan Mamah, tapi di lain sisi Ryan ga bisa nyakitin hati Karin sedalam ini. Namun akhirnya Ryan memutuskan untuk tetap menuruti perintah Mamah untuk menikah dengan kamu, dan Meninggalkan Karin. Sebagai wanita seharusnya kamu bisa merasakan bagaimana sakitnya hati seorang Karin. Jujur, di benak Mamah ada rasa bersalah sama Karin, Di usia dia yang waktu itu baru mengenal cinta, ia telah di tinggal menikah dengan cinta pertamanya yang saat itu masih berstatus kekasihnya."
" ( menangis) jadi.. Lia udah nyakitin hati wanita yang ga pernah Lia kenal sebelumya "
" iyaa Lia (memeluk Lia), kamu ga boleh egois yah. Mamah bukannya pilih kasih atau memihak sama Ryan dan Karin. Biarkan Ryan seperti itu dulu nanti juga dia akan sadar dengan sendirinya bahwa dia punya keluarga kecil yang harus dia pimpin. Mamah tau kamu terluka sayang. Kamu yang sabar yah. Mamah tau kamu wanita yang kuat Lia "

Aku juga wanita, tapi aku tak mungkin merelakan suamiku
Lia selalu teringat kata-kata mertuanya itu, melihat Ryan selalu melamun dan mengigau  menyebut nama Karin itu membuat hatinya begitu sakit. Lamunan Lia terpecah saat Ryan baru saja pulang dari kantornya,,

" assalamualaikum.. Papah pulang,, "
rumah tampak sepi, tak ada yang menjawab salamnya Ryan.
" Mah?? Kenzo?? Kalian dimana? Ko tumben ga nyambut papah? "
Ryan menuju kamar Kenzo dan jagoan kecilnya itu sudah tertidur di kamarnya. Lalu ia menuju kamar tidurnya untuk segera beristirahat. Ketika membuka pintu kamar, terlihat Lia sedang melamun di atas kasur sambil memeluk boneka kesayangannya. Lalu Ryan pun menghampiri Lia.
" sayang kamu kenapa? Ko melamun si? "
" aahh (setengah kaget) hei kamu udaah pulang? Mau makan dulu apa mandi dulu? "
" kamu belum jawab pertanyaan aku, kamu kenapa melamun begitu? Ada masalah? Cerita sama aku sayang"

" ga ko. Aku Cuma lagi ga enak badan aja. Kecapean mungkin."
" yaudah kita kedokter yuk biar kamu bisa sehat lagi"
"engga pah, aku Cuma butuh istirahat aja. "
" yaudah aku mandi dulu yah .( mencium kening istrinya) "
"(Lia hanya tersenyum mengangguk)"

Ketika Lia ingin memejamkan mata, tiba-tiba ponsel Ryan berbunyi. Lantas Lia bangun dan meraih ponsel Ryan yang berada di meja tidur mereka. Ketika di lihat ternyata itu adalah reminder scheduller yang bertuliskan " 140208 happy anniversary sayang. Longlast terus yaa. Ryannya Karin dan Karinnya Ryan. ( emot kiss) "  lengkap dengan foto mesra mereka berdua. Lia tak kuasa melihat itu. Batinnya menjerit, air mata pun menetes begitu deras. Ia segera meletakkan ponsel Ryan di tempatnya semula dan langsung berposisi layaknya orang tidur. Lia tidak tidur  semalaman, ia menangis di balik boneka itu. Ia berpura-pura tidur agar semuanya seperti tidak terjadi apa-apa. Melihat Lia sudah tidur, Ryan mencium kening Lia, mengucapkan selamat malam dan duduk di sebelah Lia lalu mengambil ponselnya. Ryan melihat reminder aniv itu karena tadi tidak Lia touch layar ponselnya.

Ryan  berbicara sendiri ketika melihat reminder itu.
" oiya sekarang tanggal 14  february, hari ini Karin ulang tahun. Dan bertepatan juga dengan aniv aku sama Karin yang ke 9 tahun. Happy birthday princess rapunzelku. Happy aniversary juga. Semoga kamu bisa menemukan pria yang bisa bahagiakan kamu yah. Maafin aku aku punya dosa besar sama kamu yang buat aku ngerasa bersalah seumur hidup aku. Hhmm pasti sekarang kamu tambah cantik deh. Udah gede. Aku kangen banget sama kamu. Hhmm Karin, Karin. Dede kecil aku."
Lia makin tersayat hatinya.tertusuk begitu dalam. Sampai air mata Lia tak bisa berhenti menetes. Tuhan mengapa ujianku terasa begitu menyakitkan untukku? Aku tak sanggup Tuhan! Rasanya aku ingin marah aku benci sama Karin. Tapi pada kenyataannya selama ini aku yang merebut Ryan dari Karin. Wajar saja Ryan bersikap seperti ini karena Ryan mungkin sedang merindukan kekasihnya. Karin maafin aku.

Keesokan harinya Lia kembali menemui mertuanya untuk bersandar sesaat melepas kesedihan yang sedang di hadapinya itu. Namun ketika Lia tiba dirumah Ibunda Ryan, ia melihat seorang wanita sedang tiduran di pangkuan mertuanya sambil bercanda akrab seperti layaknya ibu dan anaknya. Siapa sosok wanita itu? Mengapa mamah terlihat akrab dan sayang sama wanita itu? Lia terus memerhatikan mereka dari kejauhan.

" uhh dede kecilnya Ryan sekarang udah tumbuh dewasa yah. Tapi Mamah tetep aja gemes sama kamu sayang. Kamu ga akan lupain Mamah kan sayang?"
" hehe Mamah bisa aja, ia mah ga akan ko. Karin ga akan pernah lupain Mamah. Meskipun Mamah ga jadi Mamah mertua Karin. Tapi Mamah tetep seperti Mamah Kandung Karin ko. (peluk ibunya Ryan)"
" oh iya sayang Mamah punya sesuatu buat kamu."
" apa Mah? "
" sebentar ya Mamah ambil di dapur dulu. Kamu tunggu sini tutup mata kamu, awas yaa kamu ngintip. Nanti Mamah cium loh "
" iih Mamah ini. Hehe iya iya Karin tutup mata tapi jangan lama-lama ya Mah! Karin takut "
" iya ini udah ko. Sekarang buka mata kamu.(memberikan kue ulangtahun dan satu kado lengkap dengan pita warna Pink bergambar Hello kitty kesukaan Karin) selamat ulang tahun yaa sayang. Mamah sayang kamu. Jangan menghilang lagi ya sayang "
" aah Mamah (menengis karena terharu) iyaa Mah Karin juga sayang sama Mamah (memeluk Mama Ryan) makasi ya Mah masih tetep sayang sama Karin "

" ini tiup dulu lilinnya jangan lupa make a wish "
" setiap ulang tahun Karin, Karin selalu menyelipkan satu harapan yang sama yaa meskipun Karin tau itu ga akan mungkin pernah terwujud "
" apa itu sayang? Kalau Mamah bisa wujudin, pasti Mamah akan wujudin buat kamu sayang "
" ( air mata Karin mulai deras membasahi pipinya) Ka.. Karin pengen di peluk Ka Ryan Mah. Karin kangen banget sama Ka Ryan "

Mendengar harapan Karin, air mata Lia langsung menetes hatinya tertusuk. Ternyata wanita yang sedang bersama dengan mertuanya itu adalah Karin, kekasih Ryan. Dan ternyata Ryan dan Karin memang merasakan hal yang sama yaitu rindu. Tuhan cobaan apa lagi yang Engkau berikan. Lia tetap pada persembunyiannya.

" hhmm.. Sabar yah Karin. Maafin Mamah ya, ini semua salah Mamah kalau saja waktu itu Mamah ga maksa Ryan  untuk segera menikah kamu ga akan sesakit ini. Maafin Mamah ya sayang."
" udah Mah ini bukan salah Mamah ko. Ini salah Karin, Karin yang bodoh masih saja  rindu sama Ryan padahal Karin udah punya Riky hehe maafin Karin ya mah. Mamah jangan merasa bersalah gitu dong Mah. Karin Cuma kangen sama Ryan Mah. Karin kangen Ryan bukannya Karin nyalahin Mamah. Bukan Mah."


Tiba-tiba dari arah belakang Karin ada yang memeluk Karin. Dan ternyata itu adalah Ryan.  Tak hanya Lia, Ryan pun memerhatikan percakapan antara Karin dan Ibunya dari jauh.
" (memeluk Karin dari belakang) aku juga Kangen banget sama kamu Karin. Jangan tinggalin aku Karin. Aku bisa gila jauh dari kamu."
Melihat Ryan berkata seperti itu sambil nangis memeluk Karin dari belakang Lia tak kuasa menahan sakit hatinya ia tak sanggup melihat suaminya memeluk wanita lain di depan matanya. Lalu Lia langsung berlari sambil menangis memasuki rumah mertuanya

"  assalamualaikum ( Lia berlari menuju Kamar tanpa melirik kearah Ryan sama sekali) "
" (kaget) Lia. Kamu kenapa nak? " tanya ibunya Ryan, namun Lia tak menghiraukannya
" Liaa.. " dengan lirih Ryan menyebut nama istrinya itu.
" Karin pulang aja ya Mah. Kehadiran Karin Cuma merusak suasana di rumah ini. Assalamu'alaikum ( Karin melepaskan pelukan Ryan dan berlari keluar dari rumah ibunya Ryan ) "
Terlihat jelas Ryan tak kuasa menahan air mata karena kepergian Karin. Ia terjatuh di lantai ketika ingin mengejar Karin. Lalu ibunya pun menghampiri Ryan.

" sayang. Bangun sini kita duduk di sofa aja. Kamu kenapa sayang?"
" (memeluk ibunya) Mah Ryan bingung. Ryan ga rela Karin pergi lagi dari pelukan Ryan. Tapi Lia juga ga mungkin Ryan tinggalin Mah. Ryan sayang sama Karin Mah. Ryan berdosa banget sama Karin. Ryan ga mau kehilangan Karin lagi Mah. Tapi Ryan juga ga mungkin ninggalin Lia. Tolong Ryan mah. Tolongin Ryan "
" yaudah kamu masuk ke kamar kamu yah. Kamu tenangin diri kamu. Biar Mamah yang akan nemenin Lia."

Ryan terpaku di kamarnya masih dengan membayangkan hal yang baru saja di alaminya, yah .. Bahkan ia masih bisa merasakan pelukan hangat penuh rindu yang diberikan oleh Karin sesaat tadi. Begitupun dengan Karin, setelah ia lari dari rumah ibunya Ryan ia langsung pulang kerumahnya dan mengurung diri dikamar sambil menangis tak percaya hal apa yang baru saja dialaminya.

Sedangkan Ibunya Ryan pun menghampiri Lia di kamarnya.
" Lia sayang kamu kenapa nak?"
" Lia sakit mah. Cuma denger Ryan bilang kangen sama Karin aja hati Lia udah sakit Mah, apalagi tadi Lia liat suami Lia pelukan sama mantannya di depan mata Lia. Hancur Mah hati Lia hancur. Lia udah gakuat lagi Mah, Lia ga sanggup lagi hidup sama Ryan. Ryan dimana Mah? Lia mau ketemu Ryan "

" Ryan dikamarnya sayang . Lia mau kemana kamu sayang !!"
….
Lia pun menghampiri Ryan dikamarnya, braakkkk ( Lia membanting pintu kamar Ryan, lantas Ryan pun kaget) dan dari kejauhan ibunda Ryan pun mengejar Lia
" Aku minta cerai pah. Aku udah ga kuat lagi hidup sama kamu. Biar aku sama Kenzo pergi dari kehidupan kamu "
" maksud kamu apa Lia? Ga, aku ga akan menceraikan kamu sampai kapanpun ! "
" sakit hati aku Ryan! Kamu fikir hidup bersama dengan orang yang hati dan fikirannya terpaut kepada orang lain itu ga sakit? Terlebih lagi dengan mantanya dulu wanita mana yang ga kecewa Ryan wanita mana yang ga sakit. Hampir setiap hari aku menangis hanya karena kamu selalu menyebut nama Karin di setiap lamunanmu bahkan disetiap tidurmu kamu selalu mengigau dan nama yang selalu kamu sebut adalah Karin padahal yang selalu disamping kamu itu aku Ryan bukan Karin. Lalu tadi aku liat dengan mata kepala aku sendiri kamu peluk wanita itu tanpa sedikitpun kamu hiraukan kehadiran aku. Kamu kira ga sakit jadi aku Ryan. Ryan jawab aku !"

"…" Ryan hanya menangis bahkan ia tak mampu menatap Lia
" Ryan jawab aku! "
" aku mencintai Karin dan sampai kapanpun rasa sayang aku ga akan pernah hilang untuk Karin. maafin aku Lia.. "
"….." Lia terjatuh ke lantai dia menangis sejadi-jadinya dan ibunya Ryan memeluk Lia seakan menenangkan Lia dan sesaat kemudian Lia pingsan lantas dengan sigap Ibu Jessy dan Ryan membawa Lia ke rumah sakit.

Karin.. Salahkah Jika aku rindu?
Karin,, Azqilla Karin begitulah namanya. Gadis ayu yang merupakan masa lalu dari Ryan. Entah bagaimana bisa Ryan terpikat dengan Karin yang pada saat itu terpaut usia yang sangat jauh, kekuatan cinta mereka sangatlah tidak perlu dipertanyakan lagi. Ryan adalah cinta pertama Karin, sedangkan Karin adalah wanita yang sampai saat ini masih terukir namanya dihati Ryan. Hari-hari mereka lalui bersama dan penuh  kebahagiaan meskipun orang lain melihat mereka aneh. Tapi perbedaan usia yang teramat jauh menyebabkan mereka tidak dapat bersama. Karin masih harus melanjutkan pendidikan sedangkan Ryan harus segera menikah. Pernikahan Lia dan Ryan memanglah meninggalkan luka yang teramat dalam dihati Karin. Ryan adalah pria pertama yang mencuri perhatiannya, namun Ryan pula pria pertama yang melukai hatinya.

Di kamar Karin …
Setelah kejadian tadi siang Karin mengurung diri dikamarnya. Ia merenung dijendela kamarnya.
" wanita tadi adalah wanita yang beberapa hari lalu ada dimimpiku.dan ternyata wanita itu adalah istrinya  Ka Ryan. Aku bahagia akhirnya aku bisa merasakan dipeluk kakak. Tapi, disisi lain aku merasa bersalah. Mengapa aku setega ini merusak rumah tangga oranglain. Aku harus menemui Mamah Jessy dan wanita itu untuk minta maaf."

Sementara dirumah sakit, Ibunda Ryan tampak gelisah
" Lia bangun nak, sadar sayang. Maafin mamah sayang "
" Mah, Ryan pulang ya. " Ryan terlihat kusut.
" yaudah kamu pulang ya nak, tenangin diri kamu. Jangan lupa sholatnya ya "
" … " Ryan hanya mengangguk mengisyaratkan ia setuju atas permintaan ibunya.
Tak lama setelah Ryan pulang, Lia siuman. Dan yang pertama kali ia sebut adalah suaminya.
" kamu jahat Ryan kamu jahat (menangis tersedu ) "
" sabar sayang sabar. Kamu pasti bisa melewati ini semua. " Mertuanya mencoba menenangkan.
" Mah, kenapa ini semua harus terjadi sama Lia mah? Kenapa Mah?
" udah sayang kamu istirahat yaa, jangan pikirin yang macem-macem dulu. Jangan hawatir Mama selalu disamping kamu "
" Mah, Lia ingin bertemu sama Karin Ma, "
" untuk apa Lia? "
" Plis Ma, izinin Lia untuk bertemu dengan Karin Ma. Lia mohon "
" iya sayang Mama izinin, tapi nanti yaa kalau kamu udah sehat. Sekarang kamu makan, minum obat terus  istirahat dulu "
" iya Ma, "

Keesokan harinya dirumah Ibu Jessy,,
" Assalamu'alaikum. Mamah Jessy  "
" Waalaikum salam , Karin " Ryan terkejut, bahkan Karin pun terkejut.
" Ka Ryan, Karin pulang dulu ya Assalamu'alaikum "
" Karin tunggu Karin ada yang ingin aku bicarakan " Ryan berhasil menahan tangan Karin
" apalagi ka? Karin rasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi tentang kita. Karin gamau ka kehadiran Karin hanya jadi perusak rumah tangga Kakak. Maafin Karin ka, Karin harus pergi. "

Tiba - tiba  Ibunda Ryan datang dan kembali menahan Karin untuk pergi.
" Karin sayang kebetulan kamu disini. Mamah mau bicara sayang. Sini yuk masuk dulu. Oh yaa kamu ikut juga ya Ryan " ungkap Ibunda Ryan
" Karin sayang ,Lia ingin ketemu sama kamu ada sesuatu hal yang penting katanya, kamu mau yah temuin Lia"
" engga mah. Cukup. Untuk apa Karin bertemu sama Mba Lia. Cukup Karin yang tersiksa disituasi ini "
Ryan menangis mendengar pernyataan Karin. Tentu saja ia merasa sangat bersalah
" Karin, maafin aku. Gak, kamu ga salah Karin aku yang salah. Ini sepenuhnya salah aku ( menangis sambil menggenggam tangan Karin) "
" ( menahan tangis ) Ka, kita bertemu itu adalah takdir, aku jatuh cinta sama kakak itupun karena takdir. Dan sekarang kita harus berpisah juga karena takdir. Percaya satu hal ka, sesuatu yang telah ditakdirkan untuk kita pasti akan menjadi milik kita. Tapi kalau itu bukan milik kita cepat atau lambat dia akan pergi jauh dari kita. "

" Aku sayang sama kamu Karin, aku gamau kehilangan kamu lagi. Tetaplah bersamaku Karin "
" Kak, Karin sayangg banget sama kakak. Kakak adalah cinta pertama Karin otomatis rasa sayang Karin ke kakak itu akan selalu ada sampai kapanpun. Tapi takdir berkata Karin hanya bisa mencintai namun tak dapat memiliki. Dan bagi Karin itu gak masalah kak. Bahagia kakak adalah bahagia Karin. "
" Tapi Karin, bahagia aku itu kamu sayang. Jangan buat aku tambah berdosa dengan ucapanmu itu Karin. Gak. Aku yakin kita ditakdirkan bersama buktinya kita bisa bertemu lagi setelah sekian lama ya kan Mah, ( melirik ibunya yang sedari tadi hanya bisa menangis mendengar percakapan Karin dan Ryan ). Jangan tinggalin aku lagi Karin kumohon jangan pernah pergi lagi. "

" Ka, kakak ga boleh egois! Keadaan kita itu sekarang udah berbeda. Yang seharusnya kakak fikirkan itu Mba Lia bukan Karin! Apa kakak mau melihat Kenzo ketika besar nanti menyadari bahwa papanya itu seorang penghianat  ? Engga kan ka? Kak, kakak ga perlu mikirin Karin. Karin ga kemana-mana Karin ada disini, dihati kakak. (tersenyum menatap Ryan ) "
" Karriiinnnnn (memeluk erat Karin) "
Tumpahlah tangis diantara mereka berdua rasa sakit, kecewa, bahagia bercampur menjadi satu. Apa yang sebenarnya Engkau rencanakan Tuhan?

" Karin sayang, " ucap lembut ibunda Ryan
" ya Mah, " jawab Karin sambil menyeka sisa air mata di pipinya
" Mamah mau minta 2 hal sama kamu boleh ? "
" apa Ma ? "
" Lia sangat ingin sekali bertemu dengan kamu sayang, kamu mau ya. Sama mamah minta kamu disini ya malam ini, Ryan sangat membutuhkan kamu nak. "
" iya Mah, Karin malam ini akan menginap disini dan besok Karin akan temui Mba Lia di Rumah Sakit "
" Makasih ya sayang . Mamah sayang banget sama kamu ( memeluk Karin) "

Rasanya seperti mimpi, malam ini aku bersama dengan Ryan yang sedari tadi terlelap di pangkuanku sambil menggenggam erat tanganku. Aku tak tahu harus bahagia atau bersedih. Jujur aku sangaat bahagia Ini adalah hal yang sangat aku inginkan dari dulu, melewati malam bersama Ryan, kekasih impianku. Akhirnya aku dapat merasakan kembali hangat peluknya, teduh tatapannya bahkan   erat genggamannya. Tapi akupun sedih. Karena malam ini adalah malam terakhir aku dapat menatapnya.

Tanpa sengaja tangan Karin menyentuh dahi Ryan dan terasa panas sekali. Malam itu  rupanya Ryan Demam tinggi sepertinya ia belum sanggup menerima kenyataan.
" Ya Allah Ryan, badan kamu panas banget (Karin panik, ia segera berlari kedapur untuk mengambil lap untuk mengompres Ryan.) "

Karin menjaga Ryan dengan sepenuh hati, terlihat jelas dari raut wajahnya terpancar kehawatiran. Ia duduk di lantai tepat didepannya Ryan tengah tertidur disofa. Tiba-tiba Ryan mengigau dan memecah heningnya suasana.
" Karin. Jangan tinggalin aku Karin . Aku mohon "
" sstt  ..Iya Ka, Karin ga kemana-mana ko Karin disini "

Ryan pun kembali tertidur dengan tangan yang masih menggenggam Karin. Karin pun kembali memandangi Ryan dengan tangan yang sesekali mengusap rambutnya Ryan.
" Ka, andai kakak tau aku kangen banget sama kakak. Aku gatau ka malam ini harus senang atau sedih. Disatu sisi aku senang kak bisa bersama sama kakak lagi setelah sekian lama, tapi disisi lain aku sedih. Karena mungkin ini kali terakhir aku bisa berada didekat kakak. aku sayang banget sama kakak. Aku gak mau kehilangan kakak lagi. Tapi Aku sadar ka, takdir kita berbeda. Aku sudah ikhlas ka. Jaga diri kakak baik-baik ya, love you ka. (mencium pipi Ryan lalu mencoba memejamkan mata dilengan Ryan)"

Tanpa terasa pagi mulai menyapa.
" Karin.. Bangun sayang sudah pagi ( membangunkan Karin) "
" (mencoba membuka mata) ah iya mah "
" loh ini ko ada handuk dan air? Apa yang terjadi Karin? (Bu Jessy terlihat panik) "
" ini mah Kak Ryan semalem demam tinggi jadi Karin kompres semalem. Alhamdulillah panasnya udah turun ko " Jawab Karin
" Ya Allah Ryan. Kamu kenapa nak? Kamu kenapa gak bangunin mamah, Karin? (Panik) "
" (senyum) kan ada Karin, mamah tenang ya Ka Ryan udah gapapa ko. Mamah ga usah khawatir "
" iya Karin, makasih banyak ya. Yaudah sana kamu mandi Ryan biar mamah yang jaga. Biar nanti kita ke Rumah Sakitnya ga terlalu siang "
" iya mah, Karin siap-siap dulu ya " Karin pun berlalu.

Semoga ini jalan terbaik
Karin, Ryan, dan Bu Jessy pergi ke Rumah Sakit untuk menemui Lia dan memeriksakan kondisi Ryan.  Sepanjang perjalanan Karin hanya melamun sambil menatap jalanan melalui jendela.
Terasa berat kaki ini melangkah. Sesaat lagi aku akan bertemu dengan Mba Lia. Apa aku sanggup bertemu dengannya? Apa masih terbesit dalam benak Mba Lia bahwa aku ini hanyalah seorang perusak rumah tangganya? Terakhir kali ku bertemu dengannya ekpresinya seolah olah sangat amat benci padaku. Bantu aku Tuhan untuk menyelesaikan permasalahan ini.

" Karin .. " ucap Bu Jessy sambil menyentuh tangan Karin
" (kaget) ah iya Mah kenapa? "
" Kita sudah sampai sayang. Sedari tadi bunda lihat kamu melamun terus. Ada apa sayang? Kamu sakit? " tanya Bu Jessy khawatir
" Engga ko mah. Karin Cuma kurang istirahat aja jadi agak sedikit pusing. But its okay ko mah . Ayo mah "

Dan mereka bertiga pun turun dari mobil dan berjalan memasuki Rumah Sakit. Ryan dan Ibunya menemui dokter untuk memeriksa keadaan Ryan, sedangkan Karin menunggu di bangku disekitar lorong. Tak berapa lama ibunda Ryan menghampiri Karin.
" Loh Mamah kok sendirian? Kak Ryannya mana mah? " tanya Karin
" (menghela nafas) Dokter bilang Ryan harus dirawat. Tapi kamu tenang aja dokter pasti melakukan yang terbaik kok. Yuk kita ketemu Lia, kamarnya ada disebelah sana " ucap Bu Jessy

Setibanya di kamar Lia.
" Assalamu'alaikum Lia. Kamu gimana kabarnya sayang udah enakan? " tanya Bu Jessy
" Waalaikumsalam. Alhamdulillah Mah, aku udah enakan. Ryan mana mah? " jawab Lia
" Ryan ada ko sayang, dia lagi istirahat dirumah. Oh iya ini Karin datang jenguk kamu (memegang tangan Karin) "
" Hai mba, aku Karin (mengulurkan tangan namun tak di sambut oleh Lia) "
" Mah, boleh aku bicara sebentar sama Karin ? " ucap Lia
" Boleh, mamah tinggal ya "

Seketika suasana menjadi hening. Karin dan Lia tak saling bicara, sampai akhirnya Karin memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.
" Apa kabar mba? Udah sehat ? " tanya Karin dengan rasa takut
" Ga usah basa basi. To the point aja. Kita sama-sama wanita kan, harusnya kamu faham gimana rasanya ada diposisi saya. " ucap Lia dengan nada tegas
" Tapi mba, (menatap Lia sesaat lalu menunduk) maafin saya mba  "

" Kamu tau setiap hari, setiap saat hanya nama kamu yang selalu disebut oleh Ryan. Bahkan dalam tidurnya pun dia masih menyebut nama kamu Karin. Apa kamu tau itu ! ( sambil menangis Lia terus menaikkan nada bicaranya).
Ryan itu suami saya ga seharusnya dia merindukan wanita lain, apalagi wanita itu kamu. Saya ga ikhlas Karin. Sampai kapan pun saya tidak akan ikhlas dan kamu harus tau itu! (mendorong Karin sampai Karin terjatuh).
Lalu hari itu di depan mata saya berani-beraninya kamu memeluk suami saya dengan begitu mesranya tanpa kamu pedulikan bagaimana perasaan saya. Kamu hanya memikirkan perasaan kamu sendiri. Apa rencana kamu Karin? Kamu ingin bahagia diatas kebahagiaan penderitaan saya? Iya kan itu tujuan kamu "

" (berdiri, menatap Lia) Cukup mba , Cukup! Apa mba berfikir saya akan merebut kebahagiaan Mba dengan mengambil Ryan kembali kepelukan saya?"
" iya. Itu kan rencana kamu! Merebut suami saya dan menghancurkan keluarga saya "
" Apa mba ingat yang sebenarnya merebut Ryan itu adalah Mba! Saat ini Mba memaki-maki saya seolah-olah saya yang bersalah dan Mba adalah korban atas semua ini. Apa pernah Mba berfikir bagaimana perasaan saya pada saat itu? Ryan itu adalah cinta pertama saya, dan Ryan adalah orang yang paling saya cinta tapi keadaan memaksa Ryan untuk menikah dengan mba, orang yang sama sekali ga pernah Ryan cinta. Apa mba tau keadaan saya? Apa mba peduli dengan perasaan saya?  Butuh waktu bertahun-tahun untuk saya bangkit menata hidup dan mengikhlaskan Ryan. Ryan merindukan saya itu bukan sepenuhnya kesalahan saya. Yang salah itu ketika Ryan harus terus hidup bersama wanita yang sama sekali tidak pernah menghargai perasaan suaminya sendiri (Karin berlari membanting pintu lalu pergi) "

Cinta..
Bisa membuat orang bahagia, sedih, bahkan terluka. Saat ini Lia, Bu Jessy, Ryan dan Karin terluka karena alasan yang sama.
 Lia menangis karena ia merasa dikhianati oleh Ryan, dan saat ini dia tau bahwa dari awal Ryan sama sekali tidak pernah mencintainya.
Ryan. Ia bersedih karena mungkin ia akan kehilangan Karin untuk kedua kalinya. Sedangkan dia bingung harus berbuat apa disatu sisi ia sayang sama Karin, tapi disisi lain ia memikirkan nasib keluarga kecilnya.
Bu Jessy, ia bingung harus berbuat apa. Ia merasa bersalah karena ia yang menginginkan pernikahan ini dan membuat luka untuk 3 orang yang disayangnya.
Sedangkan Karin. Karin sedang dikamarnya meratapi kesedihan yang amat mendalam. Luka yang sekian lama telah ia obati sendiri kini terbuka kembali.
Apa yang harus ku lakukan Tuhan?

1 tahun pun berlalu .
Lia memilih untuk berpisah dengan Ryan. Ia membangun bisnis boutique dan hidup bersama dengan Kenzo disuatu daerah di Pulau Jawa.  Meski berpisah adalah keputusan terberat yang harus Lia ambil namun ia rela demi kebahagiaan Kenzo, Ryan, dan juga dirinya sendiri. Baginya, untuk apa hidup bersama dengan orang yang sama sekali tidak pernah bisa mencintainya.

Ryan, kini ia kembali tinggal bersama Bu Jessy. Perasaannya hancur berkeping-keping, rumah tangga yang telah ia bangun bersama Lia kini telah berakhir. Ya memang hati tidaklah bisa dibohongi. Dari dulu bahkan sampai saat ini hati dan perasaannya Ryan hanya untuk Karin. Hadirnya Kenzo pernah membuatnya untuk belajar mencintai Lia, tapi apalah daya semakin keras ia berusaha mencintai Lia maka semakin kuat pula rasa cintanya untuk Karin. Kini ia membuka kembali kelas privatnya, perlahan ia menata hidupnya dan belajar untuk menerima semuanya.

Dan Karin. Lagi dan lagi kini ia harus kembali bangkit untuk menata hidupnya dan juga hatinya. Kejadian ini sangat mengubah hidupnya bahkan menghancurkan perasaannya but Life must go on. Hidup ini terlalu singkat hanya untuk memikirkan masa lalu. Saatnya ia berdamai dengan dirinya dan mengikhlaskan semua yang telah terjadi. Terlebih lagi kini ia telah menikah dengan Riky.

Ku telusuri jembatan kayu ini ditemani hembusan angin pantai dan teduhnya langit sore yang seakan memelukku. Memori indah bersama dengan Ryan seakan menghujam ingatanku. Dan seketika langkah ku terhenti, air mata tiba-tiba membasahi pipiku dengan deras perasaanku campur aduk. Aku duduk tersungkur di jembatan itu. Mengapa aku harus kesini?

" Ryann .. ( ucapnya lirih sambil menangis) "
Tiba-tiba terdengar langkah kaki yang berhenti tepat dibelakangku
" iya Karin aku disini "
Ku balikkan badanku dan ku lihat Ryan telah berdiri tepat dibelakangku. Segera ku hapus air mataku dan beranjak pergi. Namun tanganku berhasil di raihnya. Dan kini dia tepat di depanku menggenggam tanganku dan menatapku. Tubuhku seakan membeku seketika di hadapannya. Ku teringat kejadian beberapa tahun yang lalu.

" Karin tunggu! Jangan pergi lagi dari hidupku Karin. Aku gatau apa jadinya aku tanpa kamu Karin. Aku gamau kehilangan kamu lagi untuk kedua kalinya. Aku sayang banget sama kamu Karin, kamu mau kan hidup denganku Karin? "
" Aku juga sayang sama kakak, tapi maaf kak aku ga bisa. Takdir membiarkan kita untuk bertemu tapi tidak mengizinkan kita untuk bersama. Jaga kesehatan ya kak, kakak juga berhak bahagia meskipun tanpa aku (mencium pipi Ryan lalu pergi) "

. . . Through sometimes when life brings me down, time can heal my heart. Through the bad rainy days i know that i'll be okay. I loved you every minute, every second. Loved you even if it was fow a moment. Always and forever can wait for the time because you were not the one. I know that now. In a world still full of life, i see colour in a bit of time 'cause we deserve better. Always and forever when the right one comes because part of loving you is letting go.

Mungkin perpisahan adalah keputusan yang tepat. Dengan ketulusan hati, ku ikhlaskan Ryan. Ku lepaskan merpati terbaikku untuk terbang kemanapun ia ingin tuju. Aku bisa saja kembali pada Ryan tapi ku rasa itu tidak perlu. Dalam cinta, pasti semua pernah merasakan patah hati. Dan patah hati terbaikku bukan karena aku kehilangan, tapi ketika aku mencintai tanpa ditakdirkan untuk memiliki.
Dari patah hati ini aku belajar level terdalam mencintai itu bukan ketika kau ditinggal pas lagi sayang-sayangnya tapi ketika semua sudah terjadi kau bisa berdamai dengan dirimu, memaafkan kesalahannya, mengikhlaskan kepergiannya, dan mendoakan kebahagian untuk hidupnya.

My Autumn

Azqilla Karin. Yaa Karin begitulah ia akrab disapa.   Seorang gadis yg di sana sini selalu di anggap "dede kecil" oleh bany...