Azqilla Karin. Yaa Karin begitulah ia akrab disapa. Seorang gadis yg di sana sini selalu di
anggap "dede kecil" oleh banyak orang . Dia
anak yg pintar, cantik,
ramah dan baik hati. Kisah
cintanya menjadi
'everlasting trending topik' di sekolah . Karna cuma dia yg pacaran sama gurunya
sendiri, dan lingkungan sekitar pun
mendukungnya.
Flashback 3 tahun yg lalu,
waktu itu…
" Karin dede kecilku ,
kamu mau ga jadi pacar kakak??"
dengan
tampang siyok siyok gimanaaa gitu Karin hanya tersenyum dan menganggukan
kepalanya. Dan mereka resmi pacaran dengan rasa bahagia. Eeh . Nanti dulu, yg
menyatakan cinta pada Karin itu adalah Pak Ryan. Salah seorang guru bidang study Bahasa Inggris di tempat Karin menimba ilmu. Pada saat itu Karin hanyalah
anak kecil yang
baru merasakan fallin in love, dan cinta pertamanya itu adalah Pak Ryan yg tidak
lebih adalah gurunya sendiri.
" ko gue jadi deg degan
gini yah kalo deket-deket
Pak Ryan . Uhh kayaknya gue suka sama Pak Ryan, coba aja gue
jadi pacarnya dia bahagia
banget pasti " ucap Karin sambil tersenyum memikirkan Ryan.
Waktu demi waktu pun berlalu . Dengan
tanpa di sangka-sangka
Pak Ryan, sosok yang selalu di impi-impikan oleh Karin pun menyatakan
cinta. 18 tahun , itu merupakan
perbedaan usia yang
sangaat jauh. Namun itu tidak di jadikan penghalang untuk mereka bahagia dan
menjalin hubungan sampai 2 tahun .
“ Perasaanku yang terlanjur sudah tersimpan dalam
hatiku tak begitu saja dapat terhapuskan meski kau dengan mudahnya dapat
pengganti diriku, bisakah kau menghargai sedikit perasaanku tak terhitung hari
kau tak sendiri lagi ... Merpati – Wanita yang mencintaimu ”
Sore
itu hujan turun dengan deras . Karin berdiri di sudut sekolah sambil melamun .
Hal itu selalu ia lakukan selama 1 bulan terakhir, fikirannya selalu
tertuju kepada Pak
Ryan, pujaan hatinya yang
tiba-tiba menghilang di telan
bumi . Tidak lama kemudian
ada seseorang yang
memanggil nama
Karin di tengah hujan . Dan tak lain itu adalah Pak Ryan.
" Karin.. (melihat Karin lalu menunduk)" .
Tanpa pikir panjang Karin langsung turun ke bawah sambil
membawa payung . Dengan hati yang gembira Karin menghampiri Pak Ryan .
" Kamu kemana aja ka?
Dede kecil kangen banget sama kaka "
tanpa
berkata apa-apa
, Pak Ryan hanya memberikan undangan kepada Karin.
Dengan rasa yang
bertanya tanya Karin menerima undangan itu.
" Ini apa?? Ko ada nama
kamu? Kamu lagi ga bercanda
kan?? Jawab kaa.. (mulai mewek) liat
mata aku. Bilang kalau ni ga benar "
dengan tidak yakin Ryan menatap Karin.
"
Besok aku nikah . Aku harap
kamu datang ke acara pernikahanku dengan
Lia "
mendengar jawaban dari Ryan payung yg di pegang Karin terjatuh, dengan
air mata yg berlinang Karin pergi
meninggalkan Ryan , tapi tangan Karin berhasil di tahan oleh Ryan ,lalu di
peluklah Karin dengan erat di tengah derasnya hujan oleh Ryan.
" Aku sangat
mencintaimu Karin "
“ Sebagai seorang wanita yang pernah mencintaimu
harusnya kau tau betapa hancurnya hatiku, biarku mencoba kan ku terima
keadaannya bila ternyata kau bahagia telah berdua dengannya. Merpati – wanita
yang mencintaimu ”.
2
tahun begitu pahit di lalui Karin . Luka di hatinya tidaklah bisa menerima
kenyataan bahwa kekasih yang ia cinta dan selalu ia
banggakan tega meninggalkannya. Tanpa 1 kata putus ia di tinggal nikah oleh Ryan . Dan Ryan
hidup bahagia selamanya dengan Lia
.
Pagi
itu anak anak alay di kelas Karin berhamburan keluar dan berteriak teriak
histeris
" iihh ganteng banget ,
pacar gue tuh. Pacar gue ".
Karin
pun penasaran. Lalu Karin pun keluar . Matanya Karin seketika itu pula
berpapasan menatap sosok cowo yg bisa di katakan lumayan ganteng lah . Dan cowo
itu terus memandang Karin dari atas kebawah . Melihat cowo itu yg ada di benak Karin
"
apa apaan sih anak alay, yg begini kok di bilang ganteng. Dari mana gantengnya
coba?? "
Karin tak pernah
menyangka semenjak Karin melihat cowo itu, tiap malam Karin memimpikan cowo itu.
Dengan hati yg jengkel Karin pun mulai kepo, mencari tau tentang cowo itu
" apa apaan ini, ngapa jadi mimpiin terus .seberapa
spesialnya sih dia?? Kenal aja engga gue " .
Tak lama dari itu Karin
berhasil kenalan dan dekat dengan cowo itu . Dia adalah Pak Riky , guru penjas
di sekolah . Dia adalah guru baru di sekolah .dari awal Karin dekat dengan Riky,
di sekolah pun telah heboh gosip hubungan spesial antara Karin dan Pak Riky . Batin Karin
"omg . Kejebak cinta lagi gue sama guru gue sendiri " .
Semakin
hari, hubungan Karin dan Riky makin dekat . sikapnya Riky ke Karin makin kesini
makin berbeda dengan murid lainnya . Belum lagi di depan guru-guru lainnya Riky selalu
menunjukan sikap romantis layaknya orang pacaran pada umumnya, meskipun pada
kenyataannya antara Riky dan Karin tidak ada hubungan spesial . Namun waktu
berkata lain, Karin berhasil melupakan pedih hatinya . Tanpa Karin merasa trauma akan di tinggal nikah lagi, Karin kembali
berpacaran dengan Riky , gurunya sendiri. Mendengar kabar Karin telah bahagia
dengan Riky , pasangan barunya . Tiba-tiba Ryan datang menemui Karin .
"
Aku memang milik Lia, tapi hatiku selalu
berpihak padamu Karin. Aku
mencintaimu Karin (Memegang tangan Karin) "
Karin hanya tersenyum. Karin menengok kebelakang melirik Riky
, lalu berkata pada Ryan
"
Aku juga mencintaimu .
Hanya saja rasa cintaku kini hanya
sebatas cinta seorang murid kepada gurunya . Aku udah ikhlas kamu hidup
bahagia dengan Lia.
maka Izinkan aku bahagia dengan Riky ya "
" Rasa ini tak akan
pernah hilang Karin, asal kamu bahagia, aku pasti bahagia . Meskipun aku belum
bisa menerima ini "
Jawab Ryan kecewa.
Aku dan Masa Lalu
Tiba
- tiba saja aku teringat dia, sosok yang dulu pernah mengisi hidupku, aku
merindukan hadirnya,
namuun .. Kau di sana punya kehidupan sendiri,
begitupun aku, aku di sini telah bersama dirinya.. Sore itu aku duduk di
pinggir pantai, sendiri hanya di temani desir ombak yang membasahi kakiku .
Entah apa yang aku rasakan. Aku teringat Ryan, cinta pertamaku yang telah hidup
bahagia dengan anak dan istrinya.
" bodoh banget sii gue,
ngapain gue kangen sama Ryan, udah jelas jelas Ryan itu sekarang udah punya
kehidupan sendiri, tapi dede kecil kangen kamu ka, (nangis)" .
Karin
tiba di rumahnya pada larut malam,
" assalamualaikum mah " dengan tampang
lesu , Karin salim sama ibunya,
" kamu baru pulang Karin?
Sini nak makan dulu mamah masak makanan kesukaan kamu sayang, makan dulu yuk ! " sapa
ibunya Karin
Karin hanya menatap ibunya dari kejauhan saja
" ga mah, aku
mau mandi terus tidur aja, aku lagi ga
pengen makan mah "
Keesokan
harinya, Karin masih tampak sedih, dia hanya memajang senyum palsu di pipinya.
Ibunya pun menanyakan apa yg sebenarnya terjadi sama Karin.
" kamu kenapa si nak? Ko dari semalam mamah
perhatiin wajah kamu sedih, sini sini nak (memeluk Karin), cerita dong sama mamah,
Karin anak mamah yg paling cantik kan biasanya ceria, ga biasanya sedih kaya
gini. Riky kenapa? Riky ga ngabarin kamu? Atau
ga mau beliin kamu es krim? " ucap sang ibu
"
bukan mah, bukan soal Riky."
" terus soal apa lagi
sayang?? "
" Ryan mah "
" Ryan?? Pacar
kamu yg nikah sama orang lain itu ya? Udahlah sayang biarkan dia hidup bahagia
bersama anak dan istrinya. Kamu ga perlu usik kehidupan dia nak, mamah tau
antara hati kamu dan hati Ryan masih ada ikatan batin yang ga mudah putus
begitu aja, kalau kamu sedih Ryan pasti ngerasain sedih juga. Lagi pula kamu
kan juga udah punya Riky, kasian Riky dong kalau kamu diem di masa lalu terus.
Katanya udah move on?? Ko masiih galau sii?? Udah siang tuh sana kamu kuliah
nanti telat loh, udaah jangan nangis lagi, nanti unyu nya ilang loh " ucap
ibu menghibur Karin
Masih
saja bayangan Ryan terus menghantui Karin. Fikirannya selalu tertuju kepada Ryan,
" (gelisah) duuh Ryan kenapa yaa..
Perasaan aku ga enak gini si . Mana
kefikiran terus. Jaga Ryan Tuhan..
Aku ga mau Ryan kenapa-kenapa "
hampir
1 bulan Karin sedih ga jelas mikirin Ryan, sampai-sampai ia tak ingat Riky. Seusai shalat isya Karin
teringat Riky.
" Astagfirullah hal adzim, Riky. Hampir 1 bulan aku
menelantarkan Riky ".
Karin
mengambil telepon genggamnya, menelpon Riky dan mengajak ketemuan di taman kompek.
Setibanya di taman, melihat Riky
berdiri di dekat ayunan Karin berlari menghampiri Rikydan memeluknya dari belakang
" maafin aku Riky. Aku udah
mengabaikan kamu. Aku terlalu sibuk dengan imajinasi aku sendiri maafin aku Riky "
Riky berbalik badan dan
menatap Karin
" iya ga papa Karin
.aku ngerti. Mamah kamu udah cerita semuanya sama aku .setiap aku hubungin
handphone kamu ga pernah aktif . Setiap malam aku ke rumah kamu pas kamu udah
tidur. Aku selalu cium kening kamu dan bilang I love you meskipun kamu ga
denger (memeluk Karin). Janji yah jangan kaya gini lagii.."
Keesokan
harinya Karin pergi jalan-jalan
ke pantai dengan Riky.
Layaknya sepasang kekasih yang
sudah lama tak bertemu , mereka saangat mesra. Ketika sedang asik bermain air, Karin
dan Riky melihat sepasang suami istri dan anaknya tengah asik bermain air dan
lari-lari di pantai , bayangan
Riky ingin seperti mereka.
"
Rin, aku pengen deh nanti
kita seperti keluarga itu, main-main
di pantai sama anaknya. Mereka terlihat bahagia banget ya Rin.".
Ketika laki-laki dari keluarga itu berbalik badan, betapa
terkejutnya Karin , keluarga yg barusaja Riky bicarakan itu adalah keluarga Ryan.
Ryan memandang Karin, dan Air mata Karin seketika
itu juga menetes batinnya menjerit
" Tuhan.. Sakit banget
hati aku melihat Ryan terlihat bahagia dengan keluarganya. Bodoh kamu Karin
merindukan orang yg sama sekali tidak mengingatmu. ka, dede kecil kangen kaka,, kangen
banget. Tapi pas liat kaka terlihat bahagia sama Lia dan anak kakak. Aku sakiitt ka.
Sakit banget "
Seperti yang telah di katakan oleh ibunya Karin, antara Ryan
dan Karin terdapat ikatan batin yg kuat, apa yg di rasakan Karin dapat di
rasakan oleh Ryan begitu pula sebaliknya. Ketika menyadari bahwa Karin
menangis, Riky langsung memeluk Karin erat
"
Karin, kamu kenapa sayang? Kenapa kamu nangis,
aku salah yaa?? Maafin aku Karin. Pleaase jangan nangis" ..
Melihat Karin menangis di pelukan Riky, Ryan pun ikut
sedih, bahkan air matanya sesekali menetes
" maafin aku Karin, harusnya aku yg memelukmu bukan
lelaki itu . Aku tau apa yang kamu rasakan Karin .
Maafin aku Karin, aku udah jahat banget sama kamu. Kamu memang lebih pantas
sama dia Karin dari pada sama aku . Aku Cuma laki-laki bodoh yg ninggalin kamu. Dan menikah
dengan orang lain . Dan sampai saat ini aku masih di hantui rasa bersalah aku
sama kamu Karin, aku juga kangen sama kamu, kanggeeenn banget aku pengen peluk
kamu lagi Karin tapi rasanya itu ga mungkin. Aku cinta sama kamu Karin . Maafin
aku Karin".
Maafkan Aku Karin
Semenjak
pertemuanku dengan Ryan di pantai minggu lalu, rasa rinduku mulai berkurang,
namun hatiku masih saja sakit . Batinku tersiksa, rasa ingin mengulang masa
lalu dengan Ryan sebenarnya masih tersimpan di benakku, namun ketika aku
melihat anak kecil itu, rasa yang aku punya sekejap hilang. Aku ga mungkin
dapat memiliki Ryan lagi , aku ga tega liat anaknya Ryan yg lucu itu senyumnya
hilang hanya karena aku ambil papahnya itu. Aku terdiam duduk di balkon kamarku
sambil melihat langit, malam ini bintang tak bertaburan, hanya tersisa 1
bintang kejora saja . Di tengah angin malam yang berhembus kencang aku
terhanyut dalam lamunanku..
Hari ini aku libur, Riky mengajakku pergi ke
suatu tempat di daerah puncak untuk merefress fikiran yang semakin ruwet. Karin
dan Riky menghabiskan waktu berdua di tempat itu , mengingat hubungan mereka yg
belakangan ini renggang . Mereka melakukan hal apapun yang dapat di lakukan,
jalan jalan, main, makan siang, makan es krim, sampai bersantai di
air terjun pun telah mereka lakukan. Akhirnya mereka istirahat di sebuah bangku
taman di bawah pohon yg rindang sekali, Riky meminta izin untuk pergi ke kamar
mandi.
" Rin, aku mau ke kamar
mandi dulu yaa. Pengen pipiis kamu jangan kemana- mana yaa saying ".
ketika
tengah asik memainkan handphone nya tiba tiba pandangan Karin tertuju pada anak
kecil sekitar umur 2 tahun
yang menangis sambil jalan lenggak - lenggok sendirian .
"anak itu .. Kaya pernah liat,, emm
anaknya Ryan ..sayang tungguu !! (berlari menuju anak kecil itu dan langsung
menggendongnya"
Zo tampak nyaman
berada di pelukan Karin. Nangisnya pun berenti bahkan tertidur di pelukan Karin.
" (membelai rambut zo lalu menciumnya)
kamu persis seperti papah kamu sayang, lucu,
ngangenin, nyaman di pelukan aku. Aku ngerasa seperti memeluk Ryan "
" Rin, kamu sama siapa?
Anak siapa itu sayang? " tanya Riky yg
kebingungan
" hhmm.. Anaknya Ryan Ky, tadi dia nangis
sendirian . Pas aku gendong langsung diem eh ga lama malah tidur di pelukan aku "
" baik banget hati kamu
Karin, padahal itukan anaknya Ryan. Buah cintanya Ryan sama istrinya tapi kamu
menyayangi dia dengan tulus "
" Riky,, masalalu aku
emang sama Ryan, sebenci bencinya aku sama Lia tapi aku ga mau ikut membenci anak
ini, kan dia ga tau apa-apa,
aku yakin Ryan sama hilma ada di sekitar sini juga ayo kita cari ".
Ketika
telah berkeliling . Terlihat ada seorang lelaki tengah memarahi istrinya yang sedang menangis.
Dan ternyata lelaki itu adalah Ryan.
" kamu tunggu di sini
aja yah Riky, aku mau kembalikan anak ini dulu kasian haus kayanya"
" iya cantik (cubit
pipi Karin) "
" kalau sampai Zo ga ketemu aku akan
menceraikan kamu. Jaga Zo
aja kamu ga bisa, Zo
itu anak kita satu satunya dan sekarang kamu hilangkan begitu saja."
" maafin aku Ryan, aku gatau, tadi aku
tinggal bikin susu, tapi tau-tau
Zo ilang aku gatau Ryan aku gatau,"
" maaf, permisi ibu, bapak. . Apakah anak ini anak ibu? .tadi saya menemukan
anak ini sendirian di taman. "
Betapa
terkejutnya Ryan ternyata wanita yg datang itu adalah Karin, dan Karin lah yg
menemukan Zo.
Lia bangkit mendekati Karin
" Zo.. Iya . Ini anak kami
.makasi banyak ya "
" iya bu sama², maaf
bu, pak saya harus pergi sekarang. Assalamualaikum "
Karin
berlari menuju Riky. Selama ia
bertemu dengan Ryan dan Lia, Karin sama sekali tidak memandang wajah keduanya.
Riky
melihat dari kejauhan hanya bisa tersenyum,
" Ya
Allah, mulia sekali
hati Karin. Bahkan di depan Lia. Karin seolah olah
tidak mengenali Ryan demi menjaga perasaan Lia ".
This is Our Autumn
Tuhan
siapa wanita yang selalu hadir di mimpiku setiap malam? Aku merasa tak asing
dengan namanya tapi aku tak pernah melihat dia sebelumnya. Tapii jika dia tak
ada kaitannya dengan hidupku mengapa dia selalu tidak pernah absen dari bunga
tidurku? Ada apa ini sebenarnya..
Kenangan
memanglah tiada pernah ada habisnya karena pada hakikatnya hidup itu ada masa
lalu dan ada masa depan. Tidak akan ada hari esok yang lebih baik apabila kita
tidak bercermin kepada hari kemarin. Namun apalah artinya jika kita bukan hanya
sekilas bercermin melainkan terpaku, stay, dan larut dalam kehidupan masa lalu?
jika kau lelah dengan masa depanmu tengoklah sejenak sekilas masa lalumu. Tapi
jika kau lelah dengan masa lalumu, tataplah masa depanmu karena jaminan
kebahagiaanmu ada di sana.
Entah
mengapa feelingku berkata suamiku merindukan sosok lain di hatinya, ahh mungkin ini hanya perasaanku saja.
"
pah ." sapa Lia
dengan lembut kepada suaminya, Ryan.
"
iya mah. "
"
entah kenapa perasaan aku
ga enak pah, "
"
ga enak kenapa si mah, sini sini ( memeluk istrinya) aku peluk dulu biar kamu
tenang abis ini kamu cerita yah. "
"
aku mau tanya tapi papah jawab yang jujur ya "
"
iya mah, aku pasti jawab jujur "
"
di hati papah ada siapa? "
" yaa ga perlu di ragukan lagi mah, ada orang
tua, istri dan anak aku, seharusnya kamu tak perlu tanya itu mah, karena kamu
tau jawabannya. "
"
kalau di fikiran kamu saat ini ada siapa? "
"
ada ka... (terdiam sesaat,)
"
"
ka apa pah ? "
"
ka… kamu maksudnya. Ada kamu sayang di pikiran aku saat ini. "
Lia
menatap mata Ryan dalam-dalam tersirat jauh di dalam matanya terdapat satu nama
yang sedang ada di fikirannya dan ia sangat yakin sosok itu bukan dirinya . Aku
harus cari tau tentang ini, tekad Lia.
Keadaan
berjalan seperti biasa. Ryan pun tetap menjadi sosok papah seperti biasanya.
Romantis, penuh rasa sayang, perhatian, hanya saja kini setiap malam ia lebih
suka menyendiri duduk di halaman rumah sambil melamun. Setiap di tanya apa yang
sedang di lamunkannya, ia tak tak pernah mau mengatakan. Apa yang sebenarnya ia
sembunyikan?
"
Karin aku ko kangen sama kamu yah, akhir-akhir ini aku kepikiran kamu terus.
Lagi pula aku sudah lama tak melihat
wajahmu. Karin aku kangen banget sama kamu. Aku kangen canda tawamu, senyummu,
terutama hangatnya pelukanmu. Maafin aku Karin, kamu masih terlalu kecil untuk
merasakan penghianatan cinta "
Ryan
tak menyadari bahwa Lia berada di balik tirai jendela mendengar dengan jelas
apa yang baru saja di katakan Ryan. Hati Lia seakan di tusuk pisau dan menusuk
tepat di hatinya. Terasa sakit sampai untuk berkata pun ia tak bisa. Hanya air
mata yg membasahi pipinya lah yang tau betapa tersayatnya hati seorang istri
ketika suaminya merindukan wanita lain. Tetapi siapakah sosok Karin itu?
Lia
mencoba mencari tau siapa Karin sebenarnya, ada hubungan apa antara Karin dan
Ryan. Lia mencoba menanyakan kepada teman kantor Ryan, teman dekatnya, namun
tak ada satu pun yang mengenal sosok Karin. Sampai akhirnya Lia memberanikan
diri menanyakan sosok Karin kepada Ibunda Ryan.
"
Mah, mamah kenal ga sama Karin? "
"
Karin siapa Lia? Yang mana? Sepertinya Mamah tidak asing dengan nama itu.
"
"
Lia juga gatau mah Karin itu siapa. ( sambil menunduk )"
"
kamu ada apa Lia,? Cerita sama Mamah kamu kenapa. ? "
"
aku kemaren ga sengaja mendengar ucapan Ryan Mah, akhir-akhir ini Ryan sering
kali melamun setiap malam. Aku sering kali mendengar Ryan menyebut nama Karin.
(mulai meneteskan air mata) Ryan kangen sama Karin. Sakit hati aku Mah, sakit.
Siapa Karin itu Mah? Plis Kasih tau aku"
"
oh Azqilla Karin, ia mamah tau ko siapa dia "
"
ayo Mah, cerita sama aku. Cerita mah. Aku mau tau siapa dia "
"
ia Mamah akan cerita. Tapi kamu janji dulu. Kamu ga boleh emosi. Dan
melampiaskan emosi kamu ke Anak dan suami kamu. Apalagi sama Karin. Tetap kontrol emosi kamu"
"
ia Mah, Lia janji. "
"
Karin itu wanita yang pernah singgah di hati Ryan dulu. Dia baik, dia cantik. Mamah
juga bingung kenapa Karin bisa mencuri hati Ryan. Karena pada saat itu Karin
adalah murid Ryan di sekolah tempat Ryan mengajar. Umurnya pun beda jauh dengan
Ryan. Tapi cinta bisa satukan mereka. Ryan terlihat bahagia sekali menjalani
hari dengan Karin, tapi keadaan berubah ketika Mamah memaksa Ryan harus menikah
karena memang sudah waktunya Ryan untuk menikah. Dan Mamah menjodohkannya
dengan kamu Lia, anak sahabat Mamah. Ryan sempat depresi dan hampir bunuh diri
dengan keputusan Mamah ini. Di satu sisi Ryan ga mau membantah ucapan Mamah,
tapi di lain sisi Ryan ga bisa nyakitin hati Karin sedalam ini. Namun akhirnya
Ryan memutuskan untuk tetap menuruti perintah Mamah untuk menikah dengan kamu,
dan Meninggalkan Karin. Sebagai wanita seharusnya kamu bisa merasakan bagaimana
sakitnya hati seorang Karin. Jujur, di benak Mamah ada rasa bersalah sama
Karin, Di usia dia yang waktu itu baru mengenal cinta, ia telah di tinggal
menikah dengan cinta pertamanya yang saat itu masih berstatus kekasihnya."
"
( menangis) jadi.. Lia udah nyakitin hati wanita yang ga pernah Lia kenal
sebelumya "
"
iyaa Lia (memeluk Lia), kamu ga boleh egois yah. Mamah bukannya pilih kasih
atau memihak sama Ryan dan Karin. Biarkan Ryan seperti itu dulu nanti juga dia
akan sadar dengan sendirinya bahwa dia punya keluarga kecil yang harus dia
pimpin. Mamah tau kamu terluka sayang. Kamu yang sabar yah. Mamah tau kamu
wanita yang kuat Lia "
Aku
juga wanita, tapi aku tak mungkin merelakan suamiku
Lia
selalu teringat kata-kata mertuanya itu, melihat Ryan selalu melamun dan
mengigau menyebut nama Karin itu membuat
hatinya begitu sakit. Lamunan Lia terpecah saat Ryan baru saja pulang dari
kantornya,,
"
assalamualaikum.. Papah pulang,, "
rumah
tampak sepi, tak ada yang menjawab salamnya Ryan.
"
Mah?? Kenzo?? Kalian dimana? Ko tumben ga nyambut papah? "
Ryan
menuju kamar Kenzo dan jagoan kecilnya itu sudah tertidur di kamarnya. Lalu ia
menuju kamar tidurnya untuk segera beristirahat. Ketika membuka pintu kamar,
terlihat Lia sedang melamun di atas kasur sambil memeluk boneka kesayangannya.
Lalu Ryan pun menghampiri Lia.
"
sayang kamu kenapa? Ko melamun si? "
"
aahh (setengah kaget) hei kamu udaah pulang? Mau makan dulu apa mandi dulu?
"
"
kamu belum jawab pertanyaan aku, kamu kenapa melamun begitu? Ada masalah?
Cerita sama aku sayang"
"
ga ko. Aku Cuma lagi ga enak badan aja. Kecapean mungkin."
"
yaudah kita kedokter yuk biar kamu bisa sehat lagi"
"engga
pah, aku Cuma butuh istirahat aja. "
"
yaudah aku mandi dulu yah .( mencium kening istrinya) "
"(Lia
hanya tersenyum mengangguk)"
Ketika
Lia ingin memejamkan mata, tiba-tiba ponsel Ryan berbunyi. Lantas Lia bangun
dan meraih ponsel Ryan yang berada di meja tidur mereka. Ketika di lihat
ternyata itu adalah reminder scheduller yang bertuliskan " 140208 happy
anniversary sayang. Longlast terus yaa. Ryannya Karin dan Karinnya Ryan. ( emot
kiss) " lengkap
dengan foto mesra mereka berdua. Lia tak kuasa melihat itu. Batinnya menjerit,
air mata pun menetes begitu deras. Ia segera meletakkan ponsel Ryan di
tempatnya semula dan langsung berposisi layaknya orang tidur. Lia tidak
tidur semalaman, ia menangis di balik
boneka itu. Ia berpura-pura tidur agar semuanya seperti tidak terjadi apa-apa.
Melihat Lia sudah tidur, Ryan mencium kening Lia, mengucapkan selamat malam dan
duduk di sebelah Lia lalu mengambil ponselnya. Ryan melihat reminder aniv itu
karena tadi tidak Lia touch layar ponselnya.
Ryan berbicara sendiri ketika melihat reminder
itu.
"
oiya sekarang tanggal 14 february, hari ini
Karin ulang tahun. Dan bertepatan juga dengan aniv aku sama Karin yang ke 9
tahun. Happy birthday princess rapunzelku. Happy aniversary juga. Semoga kamu
bisa menemukan pria yang bisa bahagiakan kamu yah. Maafin aku aku punya dosa
besar sama kamu yang buat aku ngerasa bersalah seumur hidup aku. Hhmm pasti
sekarang kamu tambah cantik deh. Udah gede. Aku kangen banget sama kamu. Hhmm
Karin, Karin. Dede kecil aku."
Lia
makin tersayat hatinya.tertusuk begitu dalam. Sampai air mata Lia tak bisa
berhenti menetes. Tuhan mengapa ujianku terasa begitu menyakitkan untukku? Aku
tak sanggup Tuhan! Rasanya aku ingin marah aku benci sama Karin. Tapi pada
kenyataannya selama ini aku yang merebut Ryan dari Karin. Wajar saja Ryan
bersikap seperti ini karena Ryan mungkin sedang merindukan kekasihnya. Karin
maafin aku.
Keesokan
harinya Lia kembali menemui mertuanya untuk bersandar sesaat melepas kesedihan
yang sedang di hadapinya itu. Namun ketika Lia tiba dirumah Ibunda Ryan, ia
melihat seorang wanita sedang tiduran di pangkuan mertuanya sambil bercanda
akrab seperti layaknya ibu dan anaknya. Siapa sosok wanita itu? Mengapa mamah
terlihat akrab dan sayang sama wanita itu? Lia terus memerhatikan mereka dari
kejauhan.
"
uhh dede kecilnya Ryan sekarang udah tumbuh dewasa yah. Tapi Mamah tetep aja
gemes sama kamu sayang. Kamu ga akan lupain Mamah kan sayang?"
"
hehe Mamah bisa aja, ia mah
ga akan ko. Karin ga akan pernah lupain Mamah. Meskipun Mamah ga jadi Mamah
mertua Karin. Tapi Mamah tetep seperti Mamah Kandung Karin ko. (peluk ibunya
Ryan)"
"
oh iya sayang Mamah punya sesuatu buat kamu."
"
apa Mah? "
"
sebentar ya Mamah ambil di dapur dulu. Kamu tunggu sini tutup mata kamu, awas
yaa kamu ngintip. Nanti Mamah cium loh "
"
iih Mamah ini. Hehe iya iya Karin tutup mata tapi jangan lama-lama ya Mah!
Karin takut "
"
iya ini udah ko. Sekarang buka mata kamu.(memberikan kue ulangtahun dan satu
kado lengkap dengan pita warna Pink bergambar Hello kitty kesukaan Karin)
selamat ulang tahun yaa sayang. Mamah sayang kamu. Jangan menghilang lagi ya
sayang "
"
aah Mamah (menengis karena terharu) iyaa Mah Karin juga sayang sama Mamah
(memeluk Mama Ryan) makasi ya Mah masih tetep sayang sama Karin "
"
ini tiup dulu lilinnya jangan lupa make a wish "
"
setiap ulang tahun Karin, Karin selalu menyelipkan satu harapan yang sama yaa
meskipun Karin tau itu ga akan mungkin pernah terwujud "
"
apa itu sayang? Kalau Mamah bisa wujudin, pasti Mamah akan wujudin buat kamu
sayang "
"
( air mata Karin mulai deras membasahi pipinya) Ka.. Karin pengen di peluk Ka
Ryan Mah. Karin kangen banget sama Ka Ryan "
Mendengar
harapan Karin, air mata Lia
langsung menetes hatinya tertusuk. Ternyata wanita yang sedang bersama dengan
mertuanya itu adalah Karin, kekasih Ryan. Dan ternyata Ryan dan Karin memang
merasakan hal yang sama yaitu rindu. Tuhan cobaan apa lagi yang Engkau berikan.
Lia tetap pada persembunyiannya.
"
hhmm.. Sabar yah Karin. Maafin Mamah ya, ini semua salah Mamah kalau saja waktu
itu Mamah ga maksa Ryan untuk segera
menikah kamu ga akan sesakit ini. Maafin Mamah ya sayang."
"
udah Mah ini bukan salah Mamah ko. Ini salah Karin, Karin yang bodoh masih
saja rindu sama Ryan padahal Karin udah
punya Riky hehe maafin Karin ya mah. Mamah jangan merasa bersalah gitu dong Mah.
Karin Cuma kangen sama Ryan Mah. Karin kangen Ryan bukannya Karin nyalahin Mamah.
Bukan Mah."
Tiba-tiba
dari arah belakang Karin ada yang memeluk Karin. Dan ternyata itu adalah
Ryan. Tak hanya Lia, Ryan pun
memerhatikan percakapan antara Karin dan Ibunya dari jauh.
"
(memeluk Karin dari belakang) aku juga Kangen banget sama kamu Karin. Jangan
tinggalin aku Karin. Aku bisa gila jauh dari kamu."
Melihat
Ryan berkata seperti itu sambil nangis memeluk Karin dari belakang Lia tak
kuasa menahan sakit hatinya ia tak sanggup melihat suaminya memeluk wanita lain
di depan matanya. Lalu Lia langsung berlari sambil menangis memasuki rumah
mertuanya
" assalamualaikum ( Lia berlari menuju Kamar
tanpa melirik kearah Ryan sama sekali) "
"
(kaget) Lia. Kamu kenapa nak? " tanya ibunya Ryan, namun Lia tak
menghiraukannya
"
Liaa.. " dengan lirih Ryan menyebut nama istrinya itu.
"
Karin pulang aja ya Mah. Kehadiran Karin Cuma merusak suasana di rumah ini.
Assalamu'alaikum ( Karin melepaskan pelukan Ryan dan berlari keluar dari rumah
ibunya Ryan ) "
Terlihat
jelas Ryan tak kuasa menahan air mata karena kepergian Karin. Ia terjatuh di
lantai ketika ingin mengejar Karin. Lalu ibunya pun menghampiri Ryan.
"
sayang. Bangun sini kita duduk di sofa aja. Kamu kenapa sayang?"
"
(memeluk ibunya) Mah Ryan bingung. Ryan ga rela Karin pergi lagi dari pelukan
Ryan. Tapi Lia juga ga mungkin Ryan tinggalin Mah. Ryan sayang sama Karin Mah.
Ryan berdosa banget sama Karin. Ryan ga mau kehilangan Karin lagi Mah. Tapi
Ryan juga ga mungkin ninggalin Lia. Tolong Ryan mah. Tolongin Ryan "
"
yaudah kamu masuk ke kamar kamu yah. Kamu tenangin diri kamu. Biar Mamah yang
akan nemenin Lia."
Ryan
terpaku di kamarnya masih dengan membayangkan hal yang baru saja di alaminya,
yah .. Bahkan ia masih bisa merasakan pelukan hangat penuh rindu yang diberikan
oleh Karin sesaat tadi. Begitupun dengan Karin, setelah ia lari dari rumah
ibunya Ryan ia langsung pulang kerumahnya dan mengurung diri dikamar sambil
menangis tak percaya hal apa yang baru saja dialaminya.
Sedangkan
Ibunya Ryan pun menghampiri Lia di kamarnya.
"
Lia sayang kamu kenapa nak?"
"
Lia sakit mah. Cuma denger Ryan bilang kangen sama Karin aja hati Lia udah
sakit Mah, apalagi tadi Lia liat suami Lia pelukan sama mantannya di depan mata
Lia. Hancur Mah hati Lia hancur. Lia udah gakuat lagi Mah, Lia ga sanggup lagi
hidup sama Ryan. Ryan dimana Mah? Lia mau ketemu Ryan "
"
Ryan dikamarnya sayang . Lia mau kemana kamu sayang !!"
….
Lia
pun menghampiri Ryan dikamarnya, braakkkk ( Lia membanting pintu kamar Ryan,
lantas Ryan pun kaget) dan dari kejauhan ibunda Ryan pun mengejar Lia
"
Aku minta cerai pah. Aku udah ga kuat lagi hidup sama kamu. Biar aku sama Kenzo
pergi dari kehidupan kamu "
"
maksud kamu apa Lia? Ga, aku ga akan menceraikan kamu sampai kapanpun ! "
"
sakit hati aku Ryan! Kamu fikir hidup bersama dengan orang yang hati dan
fikirannya terpaut kepada orang lain itu ga sakit? Terlebih lagi dengan
mantanya dulu wanita mana yang ga kecewa Ryan wanita mana yang ga sakit. Hampir
setiap hari aku menangis hanya karena kamu selalu menyebut nama Karin di setiap
lamunanmu bahkan disetiap tidurmu kamu selalu mengigau dan nama yang selalu
kamu sebut adalah Karin padahal yang selalu disamping kamu itu aku Ryan bukan
Karin. Lalu tadi aku liat dengan mata kepala aku sendiri kamu peluk wanita itu
tanpa sedikitpun kamu hiraukan kehadiran aku. Kamu kira ga sakit jadi aku Ryan.
Ryan jawab aku !"
"…"
Ryan hanya menangis bahkan ia tak mampu menatap Lia
"
Ryan jawab aku! "
"
aku mencintai Karin dan sampai kapanpun rasa sayang aku ga akan pernah hilang
untuk Karin. maafin aku Lia.. "
"….."
Lia terjatuh ke lantai dia menangis sejadi-jadinya dan ibunya Ryan memeluk Lia
seakan menenangkan Lia dan sesaat kemudian Lia pingsan lantas dengan sigap Ibu
Jessy dan Ryan membawa Lia ke rumah sakit.
Karin.. Salahkah Jika aku rindu?
Karin,,
Azqilla Karin begitulah namanya. Gadis ayu yang merupakan masa lalu dari Ryan.
Entah bagaimana bisa Ryan terpikat dengan Karin yang pada saat itu terpaut usia
yang sangat jauh, kekuatan cinta mereka sangatlah tidak perlu dipertanyakan
lagi. Ryan adalah cinta pertama Karin, sedangkan Karin adalah wanita yang
sampai saat ini masih terukir namanya dihati Ryan. Hari-hari mereka lalui
bersama dan penuh kebahagiaan meskipun
orang lain melihat mereka aneh. Tapi perbedaan usia yang teramat jauh
menyebabkan mereka tidak dapat bersama. Karin masih harus melanjutkan
pendidikan sedangkan Ryan harus segera menikah. Pernikahan Lia dan Ryan
memanglah meninggalkan luka yang teramat dalam dihati Karin. Ryan adalah pria
pertama yang mencuri perhatiannya, namun Ryan pula pria pertama yang melukai
hatinya.
Di
kamar Karin …
Setelah
kejadian tadi siang Karin mengurung diri dikamarnya. Ia merenung dijendela
kamarnya.
"
wanita tadi adalah wanita yang beberapa hari lalu ada dimimpiku.dan ternyata wanita
itu adalah istrinya Ka Ryan. Aku bahagia
akhirnya aku bisa merasakan dipeluk kakak. Tapi, disisi lain aku merasa
bersalah. Mengapa aku setega ini merusak rumah tangga oranglain. Aku harus
menemui Mamah Jessy dan wanita itu untuk minta maaf."
Sementara
dirumah sakit, Ibunda Ryan tampak gelisah
"
Lia bangun nak, sadar sayang. Maafin mamah sayang "
"
Mah, Ryan pulang ya. " Ryan terlihat kusut.
"
yaudah kamu pulang ya nak, tenangin diri kamu. Jangan lupa sholatnya ya "
"
… " Ryan hanya mengangguk mengisyaratkan ia setuju atas permintaan ibunya.
Tak
lama setelah Ryan pulang, Lia siuman. Dan yang pertama kali ia sebut adalah
suaminya.
"
kamu jahat Ryan kamu jahat (menangis tersedu ) "
"
sabar sayang sabar. Kamu pasti bisa melewati ini semua. " Mertuanya mencoba
menenangkan.
"
Mah, kenapa ini semua harus terjadi sama Lia mah? Kenapa Mah?
"
udah sayang kamu istirahat yaa, jangan pikirin yang macem-macem dulu. Jangan
hawatir Mama selalu disamping kamu "
"
Mah, Lia ingin bertemu sama Karin Ma, "
"
untuk apa Lia? "
"
Plis Ma, izinin Lia untuk bertemu dengan Karin Ma. Lia mohon "
"
iya sayang Mama izinin, tapi nanti yaa kalau kamu udah sehat. Sekarang kamu
makan, minum obat terus istirahat dulu
"
"
iya Ma, "
Keesokan
harinya dirumah Ibu Jessy,,
"
Assalamu'alaikum. Mamah Jessy "
"
Waalaikum salam , Karin " Ryan terkejut, bahkan Karin pun terkejut.
"
Ka Ryan, Karin pulang dulu ya Assalamu'alaikum "
"
Karin tunggu Karin ada yang ingin aku bicarakan " Ryan berhasil menahan
tangan Karin
"
apalagi ka? Karin rasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi tentang kita.
Karin gamau ka kehadiran Karin hanya jadi perusak rumah tangga Kakak. Maafin
Karin ka, Karin harus pergi. "
Tiba
- tiba Ibunda Ryan datang dan kembali
menahan Karin untuk pergi.
"
Karin sayang kebetulan kamu disini. Mamah mau bicara sayang. Sini yuk masuk
dulu. Oh yaa kamu ikut juga ya Ryan " ungkap Ibunda Ryan
"
Karin sayang ,Lia ingin ketemu sama kamu ada sesuatu hal yang penting katanya,
kamu mau yah temuin Lia"
"
engga mah. Cukup. Untuk apa Karin bertemu sama Mba Lia. Cukup Karin yang
tersiksa disituasi ini "
Ryan
menangis mendengar pernyataan Karin. Tentu saja ia merasa sangat bersalah
"
Karin, maafin aku. Gak, kamu ga salah Karin aku yang salah. Ini sepenuhnya
salah aku ( menangis sambil menggenggam tangan Karin) "
"
( menahan tangis ) Ka, kita bertemu itu adalah takdir, aku jatuh cinta sama
kakak itupun karena takdir. Dan sekarang kita harus berpisah juga karena
takdir. Percaya satu hal ka, sesuatu yang telah ditakdirkan untuk kita pasti
akan menjadi milik kita. Tapi kalau itu bukan milik kita cepat atau lambat dia
akan pergi jauh dari kita. "
"
Aku sayang sama kamu Karin, aku gamau kehilangan kamu lagi. Tetaplah bersamaku
Karin "
"
Kak, Karin sayangg banget sama kakak. Kakak adalah cinta pertama Karin otomatis
rasa sayang Karin ke kakak itu akan selalu ada sampai kapanpun. Tapi takdir
berkata Karin hanya bisa mencintai namun tak dapat memiliki. Dan bagi Karin itu
gak masalah kak. Bahagia kakak adalah bahagia Karin. "
"
Tapi Karin, bahagia aku itu kamu sayang. Jangan buat aku tambah berdosa dengan
ucapanmu itu Karin. Gak. Aku yakin kita ditakdirkan bersama buktinya kita bisa
bertemu lagi setelah sekian lama ya kan Mah, ( melirik ibunya yang sedari tadi
hanya bisa menangis mendengar percakapan Karin dan Ryan ). Jangan tinggalin aku
lagi Karin kumohon jangan pernah pergi lagi. "
"
Ka, kakak ga boleh egois! Keadaan kita itu sekarang udah berbeda. Yang
seharusnya kakak fikirkan itu Mba Lia bukan Karin! Apa kakak mau melihat Kenzo
ketika besar nanti menyadari bahwa papanya itu seorang penghianat ? Engga kan ka? Kak, kakak ga perlu mikirin
Karin. Karin ga kemana-mana Karin ada disini, dihati kakak. (tersenyum menatap
Ryan ) "
"
Karriiinnnnn (memeluk erat Karin) "
Tumpahlah
tangis diantara mereka berdua rasa sakit, kecewa, bahagia bercampur menjadi
satu. Apa yang sebenarnya Engkau rencanakan Tuhan?
"
Karin sayang, " ucap lembut ibunda Ryan
"
ya Mah, " jawab Karin sambil menyeka sisa air mata di pipinya
"
Mamah mau minta 2 hal sama kamu boleh ? "
"
apa Ma ? "
"
Lia sangat ingin sekali bertemu dengan kamu sayang, kamu mau ya. Sama mamah
minta kamu disini ya malam ini, Ryan sangat membutuhkan kamu nak. "
"
iya Mah, Karin malam ini akan menginap disini dan besok Karin akan temui Mba
Lia di Rumah Sakit "
"
Makasih ya sayang . Mamah sayang banget sama kamu ( memeluk Karin) "
Rasanya
seperti mimpi, malam ini aku bersama dengan Ryan yang sedari tadi terlelap di
pangkuanku sambil menggenggam erat tanganku. Aku tak tahu harus bahagia atau
bersedih. Jujur aku sangaat bahagia Ini adalah hal yang sangat aku inginkan
dari dulu, melewati malam bersama Ryan, kekasih impianku. Akhirnya aku dapat
merasakan kembali hangat peluknya, teduh tatapannya bahkan erat genggamannya. Tapi akupun sedih. Karena
malam ini adalah malam terakhir aku dapat menatapnya.
Tanpa
sengaja tangan Karin menyentuh dahi Ryan dan terasa panas sekali. Malam
itu rupanya Ryan Demam tinggi sepertinya
ia belum sanggup menerima kenyataan.
"
Ya Allah Ryan, badan kamu panas banget (Karin panik, ia segera berlari kedapur
untuk mengambil lap untuk mengompres Ryan.) "
Karin
menjaga Ryan dengan sepenuh hati, terlihat jelas dari raut wajahnya terpancar
kehawatiran. Ia duduk di lantai tepat didepannya Ryan tengah tertidur disofa.
Tiba-tiba Ryan mengigau dan memecah heningnya suasana.
"
Karin. Jangan tinggalin aku Karin . Aku mohon "
"
sstt ..Iya Ka, Karin ga kemana-mana ko
Karin disini "
Ryan
pun kembali tertidur dengan tangan yang masih menggenggam Karin. Karin pun
kembali memandangi Ryan dengan tangan yang sesekali mengusap rambutnya Ryan.
"
Ka, andai kakak tau aku kangen banget sama kakak. Aku gatau ka malam ini harus
senang atau sedih. Disatu sisi aku senang kak bisa bersama sama kakak lagi
setelah sekian lama, tapi disisi lain aku sedih. Karena mungkin ini kali
terakhir aku bisa berada didekat kakak. aku sayang banget sama kakak. Aku gak
mau kehilangan kakak lagi. Tapi Aku sadar ka, takdir kita berbeda. Aku sudah
ikhlas ka. Jaga diri kakak baik-baik ya, love you ka. (mencium pipi Ryan lalu
mencoba memejamkan mata dilengan Ryan)"
Tanpa
terasa pagi mulai menyapa.
"
Karin.. Bangun sayang sudah pagi ( membangunkan Karin) "
"
(mencoba membuka mata) ah iya mah "
"
loh ini ko ada handuk dan air? Apa yang terjadi Karin? (Bu Jessy terlihat
panik) "
"
ini mah Kak Ryan semalem demam tinggi jadi Karin kompres semalem. Alhamdulillah
panasnya udah turun ko " Jawab Karin
"
Ya Allah Ryan. Kamu kenapa nak? Kamu kenapa gak bangunin mamah, Karin? (Panik)
"
"
(senyum) kan ada Karin, mamah tenang ya Ka Ryan udah gapapa ko. Mamah ga usah
khawatir "
"
iya Karin, makasih banyak ya. Yaudah sana kamu mandi Ryan biar mamah yang jaga.
Biar nanti kita ke Rumah Sakitnya ga terlalu siang "
"
iya mah, Karin siap-siap dulu ya " Karin pun berlalu.
Semoga ini jalan terbaik
Karin,
Ryan, dan Bu Jessy pergi ke Rumah Sakit untuk menemui Lia dan memeriksakan
kondisi Ryan. Sepanjang perjalanan Karin
hanya melamun sambil menatap jalanan melalui jendela.
Terasa
berat kaki ini melangkah. Sesaat lagi aku akan bertemu dengan Mba Lia. Apa aku
sanggup bertemu dengannya? Apa masih terbesit dalam benak Mba Lia bahwa aku ini
hanyalah seorang perusak rumah tangganya? Terakhir kali ku bertemu dengannya
ekpresinya seolah olah sangat amat benci padaku. Bantu aku Tuhan untuk
menyelesaikan permasalahan ini.
"
Karin .. " ucap Bu Jessy sambil menyentuh tangan Karin
"
(kaget) ah iya Mah kenapa? "
"
Kita sudah sampai sayang. Sedari tadi bunda lihat kamu melamun terus. Ada apa
sayang? Kamu sakit? " tanya Bu Jessy khawatir
"
Engga ko mah. Karin Cuma kurang istirahat aja jadi agak sedikit pusing. But its
okay ko mah . Ayo mah "
Dan
mereka bertiga pun turun dari mobil dan berjalan memasuki Rumah Sakit. Ryan dan
Ibunya menemui dokter untuk memeriksa keadaan Ryan, sedangkan Karin menunggu di
bangku disekitar lorong. Tak berapa lama ibunda Ryan menghampiri Karin.
"
Loh Mamah kok sendirian? Kak Ryannya mana mah? " tanya Karin
"
(menghela nafas) Dokter bilang Ryan harus dirawat. Tapi kamu tenang aja dokter
pasti melakukan yang terbaik kok. Yuk kita ketemu Lia, kamarnya ada disebelah
sana " ucap Bu Jessy
Setibanya
di kamar Lia.
"
Assalamu'alaikum Lia. Kamu gimana kabarnya sayang udah enakan? " tanya Bu
Jessy
"
Waalaikumsalam. Alhamdulillah Mah, aku udah enakan. Ryan mana mah? " jawab
Lia
"
Ryan ada ko sayang, dia lagi istirahat dirumah. Oh iya ini Karin datang jenguk
kamu (memegang tangan Karin) "
"
Hai mba, aku Karin (mengulurkan tangan namun tak di sambut oleh Lia) "
"
Mah, boleh aku bicara sebentar sama Karin ? " ucap Lia
"
Boleh, mamah tinggal ya "
Seketika
suasana menjadi hening. Karin dan Lia tak saling bicara, sampai akhirnya Karin
memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.
"
Apa kabar mba? Udah sehat ? " tanya Karin dengan rasa takut
"
Ga usah basa basi. To the point aja. Kita sama-sama wanita kan, harusnya kamu
faham gimana rasanya ada diposisi saya. " ucap Lia dengan nada tegas
"
Tapi mba, (menatap Lia sesaat lalu menunduk) maafin saya mba "
"
Kamu tau setiap hari, setiap saat hanya nama kamu yang selalu disebut oleh
Ryan. Bahkan dalam tidurnya pun dia masih menyebut nama kamu Karin. Apa kamu
tau itu ! ( sambil menangis Lia terus menaikkan nada bicaranya).
Ryan
itu suami saya ga seharusnya dia merindukan wanita lain, apalagi wanita itu
kamu. Saya ga ikhlas Karin. Sampai kapan pun saya tidak akan ikhlas dan kamu
harus tau itu! (mendorong Karin sampai Karin terjatuh).
Lalu
hari itu di depan mata saya berani-beraninya kamu memeluk suami saya dengan
begitu mesranya tanpa kamu pedulikan bagaimana perasaan saya. Kamu hanya
memikirkan perasaan kamu sendiri. Apa rencana kamu Karin? Kamu ingin bahagia
diatas kebahagiaan penderitaan saya? Iya kan itu tujuan kamu "
"
(berdiri, menatap Lia) Cukup mba , Cukup! Apa mba berfikir saya akan merebut
kebahagiaan Mba dengan mengambil Ryan kembali kepelukan saya?"
"
iya. Itu kan rencana kamu! Merebut suami saya dan menghancurkan keluarga saya
"
"
Apa mba ingat yang sebenarnya merebut Ryan itu adalah Mba! Saat ini Mba
memaki-maki saya seolah-olah saya yang bersalah dan Mba adalah korban atas
semua ini. Apa pernah Mba berfikir bagaimana perasaan saya pada saat itu? Ryan
itu adalah cinta pertama saya, dan Ryan adalah orang yang paling saya cinta
tapi keadaan memaksa Ryan untuk menikah dengan mba, orang yang sama sekali ga
pernah Ryan cinta. Apa mba tau keadaan saya? Apa mba peduli dengan perasaan
saya? Butuh waktu bertahun-tahun untuk
saya bangkit menata hidup dan mengikhlaskan Ryan. Ryan merindukan saya itu
bukan sepenuhnya kesalahan saya. Yang salah itu ketika Ryan harus terus hidup
bersama wanita yang sama sekali tidak pernah menghargai perasaan suaminya
sendiri (Karin berlari membanting pintu lalu pergi) "
Cinta..
Bisa
membuat orang bahagia, sedih, bahkan terluka. Saat ini Lia, Bu Jessy, Ryan dan
Karin terluka karena alasan yang sama.
Lia menangis karena ia merasa dikhianati oleh
Ryan, dan saat ini dia tau bahwa dari awal Ryan sama sekali tidak pernah
mencintainya.
Ryan.
Ia bersedih karena mungkin ia akan kehilangan Karin untuk kedua kalinya.
Sedangkan dia bingung harus berbuat apa disatu sisi ia sayang sama Karin, tapi
disisi lain ia memikirkan nasib keluarga kecilnya.
Bu
Jessy, ia bingung harus berbuat apa. Ia merasa bersalah karena ia yang
menginginkan pernikahan ini dan membuat luka untuk 3 orang yang disayangnya.
Sedangkan
Karin. Karin sedang dikamarnya meratapi kesedihan yang amat mendalam. Luka yang
sekian lama telah ia obati sendiri kini terbuka kembali.
Apa
yang harus ku lakukan Tuhan?
1
tahun pun berlalu .
Lia
memilih untuk berpisah dengan Ryan. Ia membangun bisnis boutique dan hidup
bersama dengan Kenzo disuatu daerah di Pulau Jawa. Meski berpisah adalah keputusan terberat yang
harus Lia ambil namun ia rela demi kebahagiaan Kenzo, Ryan, dan juga dirinya
sendiri. Baginya, untuk apa hidup bersama dengan orang yang sama sekali tidak
pernah bisa mencintainya.
Ryan,
kini ia kembali tinggal bersama Bu Jessy. Perasaannya hancur berkeping-keping,
rumah tangga yang telah ia bangun bersama Lia kini telah berakhir. Ya memang
hati tidaklah bisa dibohongi. Dari dulu bahkan sampai saat ini hati dan
perasaannya Ryan hanya untuk Karin. Hadirnya Kenzo pernah membuatnya untuk
belajar mencintai Lia, tapi apalah daya semakin keras ia berusaha mencintai Lia
maka semakin kuat pula rasa cintanya untuk Karin. Kini ia membuka kembali kelas
privatnya, perlahan ia menata hidupnya dan belajar untuk menerima semuanya.
Dan
Karin. Lagi dan lagi kini ia harus kembali bangkit untuk menata hidupnya dan
juga hatinya. Kejadian ini sangat mengubah hidupnya bahkan menghancurkan
perasaannya but Life must go on. Hidup ini terlalu singkat hanya untuk memikirkan
masa lalu. Saatnya ia berdamai dengan dirinya dan mengikhlaskan semua yang
telah terjadi. Terlebih lagi kini ia telah menikah dengan Riky.
Ku
telusuri jembatan kayu ini ditemani hembusan angin pantai dan teduhnya langit
sore yang seakan memelukku. Memori indah bersama dengan Ryan seakan menghujam
ingatanku. Dan seketika langkah ku terhenti, air mata tiba-tiba membasahi
pipiku dengan deras perasaanku campur aduk. Aku duduk tersungkur di jembatan
itu. Mengapa aku harus kesini?
"
Ryann .. ( ucapnya lirih sambil menangis) "
Tiba-tiba
terdengar langkah kaki yang berhenti tepat dibelakangku
"
iya Karin aku disini "
Ku
balikkan badanku dan ku lihat Ryan telah berdiri tepat dibelakangku. Segera ku
hapus air mataku dan beranjak pergi. Namun tanganku berhasil di raihnya. Dan
kini dia tepat di depanku menggenggam tanganku dan menatapku. Tubuhku seakan
membeku seketika di hadapannya. Ku teringat kejadian beberapa tahun yang lalu.
"
Karin tunggu! Jangan pergi lagi dari hidupku Karin. Aku gatau apa jadinya aku
tanpa kamu Karin. Aku gamau kehilangan kamu lagi untuk kedua kalinya. Aku
sayang banget sama kamu Karin, kamu mau kan hidup denganku Karin? "
"
Aku juga sayang sama kakak, tapi maaf kak aku ga bisa. Takdir membiarkan kita
untuk bertemu tapi tidak mengizinkan kita untuk bersama. Jaga kesehatan ya kak,
kakak juga berhak bahagia meskipun tanpa aku (mencium pipi Ryan lalu pergi)
"
. . . Through sometimes
when life brings me down, time can heal my heart. Through the bad rainy days i
know that i'll be okay. I loved you every minute, every second. Loved you even
if it was fow a moment. Always and forever can wait for the time because you
were not the one. I know that now. In a world still full of life, i see colour
in a bit of time 'cause we deserve better. Always and forever when the right
one comes because part of loving you is letting go.
Mungkin
perpisahan adalah keputusan yang tepat. Dengan ketulusan hati, ku ikhlaskan
Ryan. Ku lepaskan merpati terbaikku untuk terbang kemanapun ia ingin tuju. Aku
bisa saja kembali pada Ryan tapi ku rasa itu tidak perlu. Dalam cinta, pasti
semua pernah merasakan patah hati. Dan patah hati terbaikku bukan karena aku
kehilangan, tapi ketika aku mencintai tanpa ditakdirkan untuk memiliki.
Dari
patah hati ini aku belajar level terdalam mencintai itu bukan ketika kau
ditinggal pas lagi sayang-sayangnya tapi ketika semua sudah terjadi kau bisa
berdamai dengan dirimu, memaafkan
kesalahannya, mengikhlaskan kepergiannya, dan
mendoakan kebahagian untuk hidupnya.
