Mungkin tuhan telah
menuliskan namaku dan namamu di keabadian .. Hingga cinta kita adalah cinta
abadi yg siapa pun tak bisa memisahkan . Karna kau memanglah jodohku, dan aku
adalah pelengkap hidupmu.
ini semua rencana
tuhan , dan aku hanyalah sebuah pemain atas sekenario yg telah di buatNya .
Sampai saat ini rasa yg aku punya hanya untukmu selalu sama sampai kapan pun
.bagiku memilikimu adalah hal yg paaliing terindah dalam hidupku meskipun kini,
Tuhan telah memanggilmu. Semua berawal saat aku mengenalmu ..{plesbek}
Sore itu vanya ada
janji dengan devi & siska untuk hangout di kafe tempat faforit mereka .
"duh, ini siska sama devi kemana sih .lama banget katanya ketemu jam 4 mau
jam 5 ko belum kelihatan juga si tuh anak"(ngedumel dengan muka bt). Tak
lama setelah itu kedua sahabatnya tiba dengan membawa seorang pria berkaca mata
putih .(dengan hebohnya siska menghampiri vanya) "nya vanyaaa hhaaayyy ..
Sory yah aku telat macet tadi ciinn" dengan pasang wajah jutek vanya
menjawab sapaan siska dengan bibir agak manyun "sampe jamuran tau nunggu
kalian berdua .lagi lama banget si .sejauh apaan si rumah kalian? Ini lagi devi
kita kan janjian bertiga kenapa pake bawa cowo segala seeh??"
devi hanya tersenyum
dan melempar sedotan ke arah vanya . Sedangkan pria itu hanya duduk tersenyum
."emmz vanya kenalin , ini evan, dia temen gue anak kampus sebelah . Dan
gue bakal nyomblangin lo sama dia . Supaya miiss galau kita ga menjadikan galau
sebagai hobi terus ..hahahaha" .. vanya "apaapaan si lo dev . Biasa
aja kelez hidup2 gue masitoh ?" dengan malu malu empus cowo itu mengajak
vanya bersalaman dan kenalan . Ahirnya vanya& evan kini saling kenal dan
berteman dekat .
Sekip aje ah,,
Makin lama hubungan
antara vanya dan evan semakin dekat, dan mereka ahirnya pacaran .mendengar
kabar evan & vanya pacaran , siska & devi sangat bersemangat , mereka
bahagia karena 'miiss galau' udah ga galau lagi sekarang . devi mendekati vanya
lalu di susul oleh siska ,(mendorong vanya) "ciyee yg udah jadian. Ahirnya
dari sekian banyaknya cowo yg gue comblangin, berhasil juga nyangkut 1 di hati
lo nya. Hahaha, traktirannya boleh nii ya ga sis?" siska "traktiran
yes" vanya menjawab sambil senyum "siip mau makan apaan?? vanya yg
bayarin hari ini" mereka bertiga pun menuju ke kantin kampus sambil di
iringi canda tawa mereka seperti biasanya . Waktu begitu cepat berlalu, setelah
lulus kuliah devi, siska, dan vanya kerja di tempat yg terpisah . Namun hal
tersebut tidak menghancurkan persahabatan di antara mereka. Begitu pula dengan
hubungan vanya dengan evan . Bahkan evan dan vanya akan menikah 2 bulan lagi .
Mendengar kabar pernikahan vanya , kedua sahabatnya cukup rempong . ( siska
menelfon vanya) "vaanyaaa serius lo 2 bulan lagi mau married sama evan??
Selamet yaa .. Undangannya di tunggu , gue pasti dateng di acara pernikahan lo
nanti" mendengar seperti itu vanya
sangat gembira "thanks banget ya
sis, lo berdua emang sahabat gue yg paling baik sedunia"
Kembali ke cerita
vanya dan evan ,,
menjelang hari
bahagianya, Mereka berdua senang sekali, hari hari mereka di sibukkan
mempersiapkan berbagai kepeluan untuk pernikahan mereka . Mereka sejenak
melepas lelah untuk duduk berdua di pinggir pantai . Vanya menyenderkan diri ke
bahu evan sambil menggenggam tangan evan " evan , akhirnya kita akan
menikah .aku senengg banget , aku ga sabar nunggu hari dimana kamu akan jadi imamku
nanti☺♥ " (menatap vanya)"
kamu tau, aku sangat bersyukur karna Allah udah ngirim kamu buat jadi
pendamping dunia akherat aku, insyaAllah . Aku mencintaimu vanya .sangaat
mencintaimu . Andaikan Tuhan akan menjemputku lebih dulu, aku akan menunggumu
di syurga vanya" setelah berkata seperti itu tiba2 hidung evan berdarah .
Vanya sangat panik , namun evan berusaha menenangkannya "aku ga apa2
sayang, paling Cuma kecapean saja" . Vanya pun sedikit tenang karena
perkataan evan tersebut . Bukan hanya saat itu, sering kali vanya memergoki
evan terlihat mimisan , namun selalu saja evan meyakinkan vanya kalau dirinya
tak apa2 . H-10 pernikahan mereka .undangan telah di sebar, catering, gedung ,
baju pengantin semua sudah di persiapkan secara matang . Ketika mereka
berkeliling melihat gedung yg akan di
pakai di acara pernikahan mereka nanti, tiba2 saja hidung evan kembali
berdarah, lalu kemudian evan jatuh pingsan dan ahirnya evan di bawa ke rumah
sakit . Pandangan vanya tidak lepas dari evan , bahkan vanya selalu berada di
samping evan .setelah 3 hari koma , ahirnya evan tersadar .(berbicara dengan
lirih , memegang tangan vanya) "makasi ya sayang, kamu udah nemenin aku
terus . Kamu pulang aja Aku ga papa vanya." (penuh kehawatiran)"
sampai keadaan kamu kaya gini , bisa bisanya kamu masih bilang ga papa?? Please
van jujur sama aku kamu kenapa??" evan tersenyum " aku ga papa
vanya".
Vanya pergi
meninggalkan evan, di benaknya terus bertanya-tanya , apa yg sebenarnya terjadi
sama evan ? Mengapa orang tuanya evan, pihak rumah sakit dan saudara2nya
bungkam setiap aku tanya keadaan evan yg sebenarnya . Ada apa ini, apa yg aku
ga tau tentang evan??
Hari ini adalah hari
pernikahan evan dan vanya . Vanya terlihat cantik dengan gaunnya .begitu pula
dengan evan, evan terlihat ganteng mengenakan jas berwarna putih . Teman2 ,
sahabat, & orang2 terdekat mereka semua berkumpul , mereka semua tampak bergembira
untuk menyaksikan janji suci di antara evan dan vanya .ketika ijab qabul mau di
mulai tiba tiba saja evan hidungnya mimisan , dan darah pun keluar dari
mulutnya. Dan pingsan di pangkuan vanya , Baju putih yg di kenakan keduanya
kini bersimbah darah . Vanya menangis sambil mencoba membangunkan calon kekasih
halalnya "van , bangun van . Evan aku mohon bangun van .." evan pun
membuka matanya, vanya dengan sigap menggenggam erat tangan evan . Evan menyeka
air mata vanya "vanya maafin aku, a…ku ga bisa bahagiakan kamu,aku Cuma
ingin kamu tau , a..tas nama Allah aku
mencintaimu va….nya," lalu evan pun pergi . Vanya histeris memeluk jasad
calon kekasih halalnya .ibunya evan menghampiri vanya ."maafkan bunda
sayang , sebenarnya bunda ingin menceritakan ini ke kamu dari awal, tapi selalu
saja di larang sama evan . Evan punya penyakit leukimia dan di vonis umurnya ga
akan lama lagi, tapi evan ga ingin kamu sedih karena penyakit evan . Evan Cuma
mau melihat kamu tersenyum bahagia hari ini vanya". Vanya hanya menangis
histeris, sampai2 ia pun pingsan karena tak kuasa menerima kenyataan, Orang yg ia cintai kini telah pergi tepat di
hari bahagianya mereka, namun karena ketulusan hati vanya , evan pun meyakinkan
bahwa ia mencintai vanya atas nama Tuhan ..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar